RadarJombang.id - Sebagai wilayah penghubung di sejumlah kota besar di Jawa Timur dan pulau Jawa, Jombang sempat memiliki sejumlah jalur kereta strategis.
Tercatat, 4 jalur kereta api sempat beroperasi di Kabupaten Jombang.
4 Jalur kereta api ini, menghubungkan sejumlah kota besar di sekitar Jombang, ada juga yang fungsinya sebagai pengangkut hasil perkebunan.
1. KSM (Kediri Stoomtraam Maatschappij)
Di sisi selatan, jalur kereta yang pernah beroperasi dan melintasi wilayah Jombang adalah KSM atau Kediri Stoomtraam aatschappij.
“Dulu di masa kolonial Belanda, jalur rel yang paling selatan itu bukan milik jawatan SS, tapi kepunyaan jawatan lain yaitu KSM (Kediri Stoomtram Maatschappij),” terang Moh Faisol, penelusur sejarah Jombang.
Jalur yang dilayani KSM ini, dimulai dari Pare Kediri sampai Jombang.
KSM mulai beroperasi tahun 1895 dengan beberapa halte diantaranya di Ceweng, Cukir, Blimbing dan Jombok.
Stasiun terakhir KSM, adalah Stasiun Djombang Kota yang kini jadi pasar emplasemen alias Pasar Legi di belakang PCN Jombang.
2. OJSM (Oost Java Stoomtram Maatschappij)
OJSM, juga beroperasi di wilayah selatan, namun wilayah selatan di Kabupaten Jombang.
Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJSM) yang menempuh rute Ngoro – Mojowarno – Mojoagung hingga ke Mojokerto sampai Krian.
jalur kereta OJSM, beroperasi sejak tahun 1886 dengan halte di Ngoro – Kertorejo – Guwo – Pasar Mojowarno – Mojowangi – Mojojejer – Selorejo – Pasar Catakgayam – Dukusari – Rosobo – Mojoagung.
3. BDSM (Babat–Djombang Stoomtram Maatschappij)
Babat–Djombang Stoomtram Maatschappij (BDSM), adalah jalur kereta yang beroperasi di wilayah utara Jombang.
Jalur kereta api ini, beroperasi sejak tahun 1896.
Berbeda dengan operator KSM yang memakai stasiun Jombang SS sebagai rute terakhirnya, BDSM memakai stasiun Jombang Kota (belakang Pasar Legi) sebagai pangkalannya.
Bahkan stasiun Jombang Kota dilengkapi dengan meja putar dan bengkel perbaikan.
Jalur kereta ini, juga tercatat punya beberapa halte di antaranya di Tambakberas – Santren – Dolok – Ploso – Bawangan – Jatisari – Kabuh – Pengampon.
Jalur kereta dan layanannya, bahkan bertahan sampai tahun 1981.
4. SS (Staatsspoorwegen)
Perusahaan SS (Staatsspoorwegen) Nederlandsch-Indie, mulai beroperasi pada 1875.
Mereka membangun beberapa jalur rel kereta api yang akhirnya melintasi wilayah Jombang pada 1880-1881.
Setelah jalur relnya sampai di daerah Sembung Perak, dibangun pula beberapa stasiun. Berawal dengan status halte (pemberhentian) hingga menjadi stasiun.
Jalur kereta ini, juga jalur kereta yang terbesar dan sampai sekarang masih bertahan dan dikelola PT KAI. (ang/riz)
Editor : Achmad RW