Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ada Beragam Sekolah di Jombang saat Era Kolonial Belanda, Ini Lokasi dan Kondisi Bangunannya Kini

Achmad RW • Minggu, 28 Januari 2024 | 16:50 WIB
Gedung sekolah ELS yang sekarang menjadi SMPN 2 Jombang.
Gedung sekolah ELS yang sekarang menjadi SMPN 2 Jombang.

RadarJombang.id - Sejumlah sekolah, memang dibangun Pemerintah Kolonial Belanda Jombang saat era penjajahan.

Lokasi sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah kolonial Belanda itu, juga berlokasi di pusat kota, dan tak jauh dari pusat pemerintahan afdeeling Jombang.

Seperti lokasi ELS Jombang berada di sebelah utara Alun alun Jombang yang sekarang menjadi SMPN 2 Jombang.

“ELS Jombang dibangun berdasarkan Keputusan Gubernur (Governor Besluit) No. 14 tertanggal 10 April 1893. Yang melaksanakan pembangunan fisiknya adalah Dinas Pekerjaan Umum (BOW),” kata Tjahjana Indra Kusuma, pemerhati sejarah dan cagar budaya.

Lokasi sekolah ELS dipilih di lahan sebelah barat rumah dinas AR Jombang yang berdekatan dengan kompleks pemerintahan.

Konstruksi bangunan ELS Jombang berkapasitas 100 siswa sesuai peraturan saat itu.

Luas bangunan utama 253 M2, bangunan pendukung 151 M2 sehingga total 404 M2 dengan memakai pondasi batu andesit. Kompleks ELS berdiri di atas lahan seluas 11.925 M2.

Selain ELS, didirikan pula sekolah dasar untuk anak orang Tionghoa bernama Hollandsch Chineesche School (HCS) di Jombang.

“Adanya HCS itu sebagai tanda, keberadaan komunitas warga Tionghoa di Jombang cukup layak dibangunkan sekolah dengan bahasa pengantar Mandarin dan Belanda yang khusus untuk orang Tionghoa,” tambahnya.

Jumlah warga etnis Tionghoanya di Jombang, dinilai mencukupi dan warga Tionghoa Jombang memegang peranan penting.

Mereka juga kooperatif dan bersedia bekerjasama, sehingga kebutuhan sekolah dasar untuk anak-anak, diakomodasi pemerintah kolonial.

Baca Juga: Begini Cara Pemerintah Kolonial Belanda Mengatur Sistem Pasokan Air Ledeng di Mojokerto dan Jombang

Jejak eksistensi HCS Jombang setidaknya bisa ditemukan pada besluit/keputusan pembangunan ruang kelas tambahan pada 10 Mei 1911.

Pada Keputusan Dinas PU (Dienst Besluit) bernomor 7652/F itu, dilakukan penambahan dua ruang kelas di halaman HCS Jombang berukuran 8 m x 7 m.

Ruang tambahan itu terdiri dari bingkai rangka kayu dengan isian anyaman dinding bambu yang bertumpu pada pondasi dasar pasangan batu andesit.

Lokasi sekolah HCS berdasarkan peta tahun 1920-an dan 1945, berada di jalan raya utama; Heerenstraat (sekarang Jalan KH Wahid Hasyim).

Area ini memang masih termasuk pada kawasan Pecinan bagian selatan. Gedung HCS menempati area di sebelah utara Djombangsche Bank (Bank BRI Cabang Jombang saat ini).

Selain dua sekolah yang memakai bahasa pengantar Belanda bagi siswa warga Eropa dan Tionghoa itu, di Jombang juga dibangun sekolah untuk bumiputera.

Bagi anak warga biasa yang bukan bangsawan, bisa bersekolah di Inlandsche School (IS).

Lokasi sekolah IS berada di sebelah barat Alun alun pojok utara, yang sekarang ditempati bangunan SDN Jombatan 3.

Siswa di IS hanya diajarkan kemampuan dasar baca, tulis dan hitung (calistung) saja. Di kalangan warga pribumi, sekolah IS disebut juga sekolah ongko loro (angka dua).

Sedangkan bagi anak bangsawan, pejabat sipil atau ambtenaar, tidak bersekolah di IS. Mereka masuk sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS).

Lokasi bangunan HIS Jombang juga berada di sebelah barat Alun alun, namun yang ada di pojok selatan. Saat ini bekas area HIS Jombang ditempati SDN Jombatan. (riz/ang/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Belanda #kolonial #Jombang #Sekolah