Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Begini Cara Pemerintah Kolonial Belanda Mengatur Sistem Pasokan Air Ledeng di Mojokerto dan Jombang

Anggi Fridianto • Minggu, 21 Januari 2024 | 16:02 WIB
Foto udata watertoren Peterongan dari arah timur sekitar tahun 1948. Watertoren peterongan merupakan salah satu bukti jaringan air ledeng yang dibangun pemerintah kolonial dri Mojokerto ke Jombang
Foto udata watertoren Peterongan dari arah timur sekitar tahun 1948. Watertoren peterongan merupakan salah satu bukti jaringan air ledeng yang dibangun pemerintah kolonial dri Mojokerto ke Jombang

RadarJombang.id - Menyadari pentingnya pasokan air bersih bagi penduduk, khususnya di pusat ekonomi dan area dalam kota, pemerintah kolonial Belanda memperbaiki jaringan air ledeng.

Dinas pekerjaan umum (waterstaat/openbare werken) membangun jaringan pipa air ledeng (waterleiding) yang baru, untuk menggantikan pipa lama.

Pada Agustus 1925, mulai dilakukan survei dan persiapan pembuatan jaringan air bersih dari sumber di pegunungan wilayah Mojokerto.

Jaringan pipa ledeng itu akan memasok kebutuhan air bagi warga Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Jombang.

Dipilihlah sumber mata air jubel yang terletak di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Kapasitas air bersih yang bisa dihasilkan bisa mencapai 100 meter kubik per detik.

Dengan debit seperti itu, sudah dirasa cukup untuk memasok kebutuhan air bersih di kota-kota sekitar Mojokerto.

Panjang jaringan pipa ledeng yang dibutuhkan untuk penyaluran air bersih ini juga mencapai 160 km.

Pipa yang digunakan, memakai pipa baja tahan karat produksi pabrik Mannesmann Jerman.

Pada 1927, tandon air di Jubel dan seluruh jaringan pipa selesai dibuat. Menghabiskan biaya 1,5 juta gulden.

Pipa-pipa ledeng itu lalu dibangun melintasi wilayah yang lebih rendah dari Pacet.

Baca Juga: Punya Halaman dan Taman Luas, Begini Bentuk dan Denah Pendopo Kabupaten Jombang di Awal Pembangunannya

Ada yang ditampung di beberapa menara penampung air (watertoren), misalnya di lokasi Jl Pahlawan Mojosari dan Balongsari dekat pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto.

Kemudian yang mengarah ke Surabaya dibangun watertoren di Sepanjang Taman dan dekat Pasar Krian, karena dekat dengan Pabrik Gula Krian.

Sedangkan yang mengarah ke Jombang ada di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko sebab dekat area pabrik gula Brangkal.

“Jalur pipa ledeng terus mengarah ke Jombang sepanjang jalan raya. Dibangun tiga watertoren di tepi Jl Raya Mojoagung, Peterongan dan Ringin Contong yang tepat di tengah kota Jombang,” kata Moch Faisol, penelusur sejarah dan penulis buku.

Watertoren Ringin Contong mulai dibangun 1928 dan selesai setahun kemudian.

Pada 1929 secara resmi, warga kota Jombang dan sekitarnya bisa menikmati pasokan air bersih dari sumber mata air pegunungan dari Jubel Pacet Mojokerto. (ang/bin/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Belanda #Mojokerto #kolonial #Pipa #Jombang #air bersih #Ledeng