Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Daftar Lengkap 20 Bupati yang Pernah Memerintah Jombang dari Tahun 1910 sampai 2023

Anggi Fridianto • Minggu, 24 September 2023 | 19:18 WIB

 

 

Pelantikan bupati pertama Kabupaten Jombang RAA Soeroadiningrat
Pelantikan bupati pertama Kabupaten Jombang RAA Soeroadiningrat

 

JOMBANG – Hari ini, Bupati Jombang ke-20 resmi mengakhiri masa tugas. Bupati Mundjidah Wahab didampingi Wakil Bupati Sumrambah masa bakti 2018-2023 dilantik 24 September 2018.

Setelah memimpin selama lima tahun, hari ini, secara resmi jabatan akan berakhir per 24 September 2023.

Hj Mundjidah Wahab menjadi bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang. Sedangkan Sumrambah merupakan wakil bupati ke-5 sejak diadakannya jabatan wakil bupati pasca reformasi. 

Sebelum itu, ada 19 orang lainnya yang telah memimpin Kabupaten Jombang atau sejak 1910. Namun, sebelum tahun 1998, jabatan wakil bupati tidak ada.

Para bupati yang pernah memimpin Kabupaten Jombang adalah RAA Soeroadiningrat (1), RAA Setjoadiningrat (2), R Boediman Rahardjo (3), R Moestadjab Soemowidagdo (4), R Istidjab Tjokrokoesoemo (5), M Soebjakto (6), R Soedarsono (7).

Dilanjutkan R Hassan Wirjokoesoemo (8), Ismail (9), R Soedirman (10), Achmad Hudan Dardiri (11), Noeroel Kusmen (12), Tarmin Hariadi (13), Soewoto Adiwibowo (14), Affandi (15), Suyanto (16), Ali Fikri (17), Nyono Suharli (18) dan Setiajit (Pjs-19).

Sementara para wakil bupati yang pernah menjabat adalah Suyanto (1), Ali Fikri (2), Widjono Soeparno (3) dan Hj Mundjidah Wahab (4).

Sebuah foto yang dimuat di buku Sejarah Perjuangan Rakyat Bersenjata Kabupaten Jombang 1945-1949, terbitan Pemkab Jombang 1991, memperlihatkan Bupati RAA Soeroadiningrat bersama para punggawa setelah dilantik sebagai bupati pertama Kabupaten Jombang.

“Bupati Kanjeng Sepuh dilantik oleh Residen Surabaya L. Kreischer di Jombang hari Kamis, 1 Desember 1910,” kata M Fathoni Mahsun, penelusur sejarah sekaligus penulis buku Perang Jombang.

Bupati Soeroadiningrat atau biasa disapa Kanjeng Sepuh, ketika boyongan dari Sedayu ke Jombang, mengendarai kereta roda empat yang ditarik  dua kuda. Kanjeng Sepuh diikuti beberapa pengiringnya dengan mengendarai kendaraan serupa.

Hal itu juga diperkuat dengan pemberitaan di koran De Locomotief edisi 3 Desember 1910, setelah diterjemahkan yang menuliskan sebagai berikut:

Tanggal 1 Desember yang lalu. Pelantikan Bupati Adipati Ario Soero Adiningrat berlangsung di Jombang dengan dihadiri Bupati Sidoarjo, Mojokerto, Grissee dan Lamongan. Juga para perwira Tionghoa, pejabat B.B., pengurus dan pegawai pabrik gula sekitar" seperti tertulis dalam potongan koran tua itu.

Baca Juga: Sebelum Pendopo Kabupaten Jadi, Bupati Pertama Jombang Ternyata Tinggal di Hotel Ini

Pada masa kepemimpinannya, Kanjeng Sepuh berhasil menekan tingkat kriminalitas, sehingga bisa melaksanakan pembangunan, terutama di sektor pertanian dan melimpahnya produksi gula.

“Kalau pelantikan Bupati Jombang kedua, RAA Setjoadiningrat dilaksanakan Sabtu, 5 April 1930 siang oleh Gubernur Jawa Timur W.Ch. Hardeman,” lanjut M Fathoni.

Sesuai dengan pemberitaan di koran Soerabaiasch- Handelsblad edisi 8 April 1930.

"Karier resmi anda telah selesai setelah memiliki karier itu selama 47 tahun mengabdi. Yang mana 40 tahun masa bakti tetap, 26 tahun sebagai Bupati Sidajoe dan 20 tahun menjabat Bupati Jombang. Selama waktu itu Anda membuat diri Anda dikenal pejabat yang baik sebagai Bupati.

Kemudian pada tahun 1910 Kabupaten Sidajoe menjadi daerah kekuasaan nenek moyangmu dihapuskan dan pemerintah menunjuk anda sebagai bupati pertama yang baru dilantik di Kabupaten Jombang.

Anda telah melakukannya dengan penuh cinta dan dedikasi dalam mengambil tugas baru dan sulit. Bupati yang baru dilantik, Raden Toemenggoeng Setjoadiningrat, kemudian diambil sumpah jabatannya”.

Baca Juga: Mengenal R.A.A Setjoadiningrat VIII, Bupati Jombang Kedua 1930-1946

Menurut pemerhati sejarah dan cagar budaya Tjahjana Indra Kusuma, Afdeeling Jombang sempat bergabung dengan Afdeeling Mojokerto menjadi Residentie Mojokerto (tidak menjadi bagian Residentie Surabaya) beberapa saat, karena makin rumitnya administrasi dan berlimpahnya SDA dan SDM yg ada.

Di saat bersamaan juga terjadi penyusunan/penataan ulang wilayah dalam rangka pembentukan Gewest/Provinsi Oost Java atau Jawa Timur yang bakal disahkan pada 1 Januari 1929.

Meskipun, pada akhirnya Residentie Mojokerto hanya bertahan seumur jagung, dari tahun 1928 hingga 1931, untuk bergabung kembali dengan Karesidenan Surabaya.

“Makanya pada waktu pelantikan Bupati Jombang kedua, yang hadir bukan Residen Surabaya, tetapi Residen Mojokerto (C.A. Schnitzler) sesuai berita di koran itu,” pungkasnya.

Bupati Jombang kedua memimpin hingga tahun 1946 yang melewati masa kemerdekaan Indonesia dan awal revolusi. (ang/bin/riz)

 

 

Editor : Achmad RW
#Jombang #Bupati