KH Lukman Hakim Ungkap 3 Tanda Bahagia, Salah Satunya Rezeki yang Halal

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 07:35 WIB
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)

 

 

 

 

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (21/9), pengasuh Pondok Pesantren PP Halimiyah, Tambakberas, KH Lukman Hakim, menjelaskan tanda bahagia.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tanda bahagia ada tiga,’’ tuturnya.

Pertama, rezeki yang halal. Suatu hari Nabi bersabda; ’’Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang haram itu dalam keadaan halal.’’

Di majelis kala itu ada seorang maling. Malamnya dia hendak mencuri ke sebuah rumah. Begitu masuk, dia melihat makanan dan hendak memakannya. Tapi dia ingat hadis Nabi,  sehingga membatalkan.

Dia lalu masuk ke kamar dan melihat lemari. Di dalamnya ada banyak perhiasan. Dia pun mengantonginya. Tapi saat hendak membawanya, dia ingat perkataan Nabi sehingga tidak mengurungkan.

Dia masuk ke kamar lain dan melihat wanita pemilik rumah sedang tidur. Pakaiannya terbuka sehingga membangkitkan nafsunya untuk zina. Namun dia ingat dawuh Nabi sehingga mengurungkan.

Dia lantas kembali ke masjid dan tidur.

Paginya, pemilik rumah yang semalam dimasuki datang mengajak walinya. Rupanya dia janda. Dia takut tinggal di rumah sendirian karena merasa dimasuki maling rumahnya. Dia minta Nabi mencarikannya suami.

Nabi lantas menikahkannya dengan si maling yang sudah tobat. Mantan maling itu pun diajak pulang ke rumah si janda yang kini jadi istrinya. Makanan di meja kini sudah halal. Perhiasan di lemari juga sudah halal. Tubuh si janda juga sudah halal.

Kedua, senang berkumpul dengan ulama dan orang-orang saleh. Rasulullah bersabda; Perumpamaan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Orang yang duduk bersama penjual minyak wangi bisa mendapatkan aroma minyak wangi. Sementara orang yang berada di dekat pandai besi bisa terkena percikan api atau mendapatkan bau yang tidak sedap.

 

Demikian pula orang yang senang duduk bersama ulama. Ia mendapatkan ilmu, nasihat, doa, dan keteladanan. Bahkan sebelum banyak berbicara, akhlak orang-orang saleh di sekitarnya dapat menjadi pelajaran.

Ketiga, menjaga salat lima waktu secara berjamaah. Ada gambaran sederhana tentang kuatnya ikatan orang yang menjaga jamaah. Istri yang marah mungkin tidak menjawab ketika dipanggil suaminya. Namun, ketika mereka bersama-sama melaksanakan salat berjamaah, ia tetap mengikuti imam dan mengucapkan ’’amin’’ setelah bacaan Al-Fatihah.

Nabi bersabda; Orang yang istiqamah salat berjamaah akan diberi lima hal. Bebas dari kesempitan rezeki alias rezekinya akan luas. Bebas siksa kubur. Menerima catatan amal tangan kanan. Melewati jembatan sirotol mustaqim secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
ngaji Polres Jombang KH Lukman Hakim Ulama Jombang Jombang polres jombang