Binrohtal di Polres Jombang, Kiai Nur Hasan Ungkap 5 Sifat Nabi

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 07:46 WIB
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)

 

 

 

Saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (4/9), Pengasuh Pondok Pesantren Minhajul Abidin, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, H Nur Hasan Fadhil Alhafiz, menjelaskan sifat Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

 

’’Rasulullah punya lima sifat yang disebutkan di Quran Surat At-Taubah ayat 128,’’ tuturnya.

 

Pertama, Rasulullah diutus dari kalangan manusia, ’’Dari kalanganmu sendiri.’’

Rasulullah berasal dari manusia, dari bangsa Arab, dari kaum Quraisy. Nabi hidup bersama manusia, makan sebagaimana manusia makan, berjalan di pasar, berkeluarga, merasakan lapar, sakit, kesedihan, dan berbagai ujian kehidupan.

 

Allah Ta’ala berfirman: Katakanlah, sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu (QS Al-Kahfi: 110).

Karena itu, Rasulullah menjadi teladan yang dapat diikuti manusia. Beliau tidak hanya mengajarkan kesabaran dengan perkataan, tetapi memperlihatkan kesabaran dalam kehidupan. Beliau mengajarkan salat dengan mempraktikkannya. Beliau mengajarkan kasih sayang dengan menyayangi keluarga, sahabat, anak-anak, dan umatnya.

 

Allah Ta’ala menegaskan: Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagimu (QS Al-Ahzab 21).

 

Kedua, Rasulullah sangat peduli terhadap penderitaan umat. Allah Ta’ala berfirman: Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami.

Rasulullah tidak tega melihat umatnya berada dalam kesulitan, terlebih jika kesulitan itu menimpa karena mereka jauh dari petunjuk Allah.

Kepedulian tersebut terlihat ketika Nabi berdakwah kepada kaumnya. Nabi menghadapi penolakan, hinaan, bahkan gangguan, tetapi yang dipikirkan bukan keselamatan dirinya. Nabi justru mengkhawatirkan keselamatan umatnya.

Ketika dakwah di Toif Nabi dilempari, malaikat menawarkan untuk menimpakan gunung agar semuanya mati. Tapi Nabi menolak. Bahkan Nabi mendoakan agar dari tulang rusuk mereka lahir keturunan yang saleh.

 

Ketiga, Rasulullah bersifat harisun, sangat menginginkan umatnya mendapatkan iman, keselamatan, ampunan, dan kebahagiaan dunia-akhirat.

 

Rasulullah tidak pernah bosan mengajak manusia kepada jalan Allah. Bahkan ketika kaumnya menolak dakwahnya, Nabi tetap berusaha menyampaikan kebenaran. Nabi selalu berdoa; Ya Allah berilah hidayah kepada kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak tahu.

 

Keempat, Rasulullah bersifat ra’uf, mengandung makna kelembutan dan kasih sayang yang sangat mendalam. Terhadap orang-orang mukmin, beliau sangat penyantun.

Salah satu contoh terlihat dalam salat. Rasulullah pernah mendengar tangisan seorang anak ketika beliau menjadi imam. Nabi mempercepat salat karena khawatir ibunya merasa berat atau terganggu.

 

Rasulullah bersabda: Sesungguhnya aku hendak memanjangkan salat, tetapi aku mendengar tangisan seorang anak. Maka aku meringankan salatku karena tidak ingin menyusahkan ibunya.

 

Kelima, Rasulullah bersifat rahim, sangat penyayang. Tidak hanya kepada orang dewasa, tetapi juga kepada anak-anak, keluarga, orang miskin, orang lemah, bahkan kepada hewan.

 

Suatu ketika Nabi mencium cucunya. Seorang sahabat bernama Al-Aqra' bin Habis melihatnya dan berkata bahwa ia memiliki sepuluh anak tetapi belum pernah mencium seorang pun dari mereka.

Rasulullah kemudian bersabda: Siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi.

Setiap salat Nabi juga mendoakan umatnya. Ya Allah ampunilah umatku, dosa yang terdahulu maupun yang akan datang. Dosa yang samar maupun terang-terangan.

(jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
binrohtal polres jombang 5 sifat Rasulullah H Nur Hasan Fadhil Masjid Agung Polres Jombang Minhajul Abidin