Saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (11/9), Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, Gus M Hafidz Alhafiz, menjelaskan keutamaan salawat.
’’Apapun yang kita minta dengan membaca salawat pasti akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala,’’ tuturnya.
Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Ahzab 56. Allah bersalawat kepada Nabi, para malaikat bersalawat kepada Nabi, kemudian orang-orang beriman diperintahkan untuk bersalawat kepada Nabi.
Maka ketika seorang muslim bersalawat, ia sedang melaksanakan amalan yang diperintahkan dan dicontohkan langsung oleh Allah Ta’ala. Memperbanyak salawat bentuk ketaatan kepada perintah Allah sekaligus bentuk kecintaan kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Rasulullah bersabda: Barang siapa bersalawat kepadaku satu kali, Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh derajat.
Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, KH Muhammad Najib Ungkap Kunci Sukses Dakwah Nabi
Maka jangan meremehkan salawat yang hanya beberapa detik.
Bisa jadi satu salawat yang keluar dari lisan kita menjadi sebab turunnya rahmat Allah yang sangat besar.
Orang yang banyak bersalawat mendapat kedudukan dekat dengan Nabi. Rasulullah bersabda: Manusia yang paling dekat denganku pada hari kiamat orang yang paling banyak bersalawat kepadaku.
Hari kiamat adalah hari ketika manusia sangat membutuhkan pertolongan dan keselamatan.
Pada hari itu, kedudukan seseorang bukan ditentukan oleh kekayaan, jabatan, rumah, kendaraan, ataupun kemasyhuran dunia.
Yang tersisa hanyalah amal.
Dan Rasulullah memberi kabar gembira bahwa orang yang banyak bersalawat kepada beliau akan memiliki kedekatan khusus dengan beliau pada hari kiamat.
Salawat menjadi sebab dikabulkan doa. Rasulullah pernah mendengar seseorang berdoa dalam salatnya tanpa memuji Allah dan tanpa bersalawat kepada Nabi. Beliau kemudian mengajarkan agar seseorang memulai doanya dengan memuji Allah, kemudian bersalawat kepada Nabi, lalu berdoa sesuai kehendaknya.
Karena itu, para ulama mengajarkan adab berdoa: Memuji Allah, bersalawat kepada Nabi, kemudian memohon hajat.
Hati manusia mudah mencintai sesuatu yang sering disebut. Orang yang sering menyebut Nabi Muhammad dengan salawat, membaca sejarahnya, mempelajari sabdanya, dan mengenal akhlaknya, akan semakin dekat hatinya kepada Rasulullah.
Semakin banyak mengenal Nabi, semakin terasa betapa besar kasih sayang Nabi kepada umat.
Ketika menjelang wafat, salah satu perhatian terbesar Nabi bukanlah dunia yang beliau tinggalkan, tetapi umatnya.
Allah menggambarkan kasih sayang Nabi: Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman (QS At-Taubah 128).
Nabi Muhammad selalu memikirkan keselamatan umatnya. Maka sungguh indah apabila umat yang beliau cintai membalas cinta itu dengan mencintai beliau, memperbanyak salawat, dan mengikuti sunnahnya.
Salawat juga bisa menghidupkan hati. Kalau kita banyak bersalawat tetapi masih senang menyakiti orang lain, maka kita perlu memperbaiki cara kita bersalawat.
(jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto