RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan tentang pentingnya sabar menanti jawaban Tuhan.
’’Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia; Jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya,’’ tuturnya mengutip Mazmur 37:7.
Ayat di atas memberikan kita sebuah nasihat yang sederhana, tetapi tidak mudah dilakukan: ’’Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia.’’
Baca Juga: Renungan 310: Mengampuni Jalan Menuju Kemerdekaan Hati
Tidak semua persoalan hidup dapat diselesaikan dengan segera. Ada saatnya kita sudah berdoa dan berusaha, tetapi jawaban Tuhan belum juga terlihat. Pada saat seperti itu, firman Tuhan mengajarkan: Berdiam diri dan menantikan Tuhan.
Sering kali kita ingin Tuhan bekerja sesuai jadwal kita. Kita ingin jawaban yang cepat, jalan yang langsung terbuka, dan masalah segera selesai.
Namun Tuhan tidak pernah terlambat. Dia bekerja menurut waktu dan cara-Nya yang sempurna.
Baca Juga: Renungan 309: Kemerdekaan Adalah Kesempatan untuk Hidup Sebaik-baiknya
Berdiam diri bukan berarti pasrah tanpa usaha. Berdiam diri berarti menenangkan hati dan mempercayakan hasilnya kepada Tuhan, setelah kita melakukan bagian yang harus kita lakukan.
Bayangkan seorang petani yang telah menabur benih. Setelah menanam, ia tidak setiap hari menggali tanah untuk memastikan apakah benih itu bertumbuh.
Ia menyiram, merawat, lalu menunggu. Ada proses yang berlangsung di bawah permukaan tanah yang tidak dapat dilihatnya.
Demikian juga Tuhan. Ketika kita belum melihat apa-apa, bukan berarti Tuhan tidak bekerja.
Bisa jadi Tuhan sedang bekerja dalam sesuatu yang belum dapat kita lihat.
Karena itu, jangan biarkan kekhawatiran membuat kita mengambil keputusan dengan tergesa-gesa.
Tetaplah berdoa, tetap berbuat benar, dan percayalah kepada waktu Tuhan.
Baca Juga: Renungan 307: Hidup Bersama dengan Rukun Mendatangkan Berkat
Kita mungkin tidak tahu kapan Tuhan bertindak, tetapi kita tahu kepada siapa kita menaruh pengharapan.
Menantikan Tuhan bukanlah waktu yang sia-sia. Dalam masa penantian, Tuhan sedang membentuk kesabaran, memperkuat iman, memurnikan motivasi, dan mempersiapkan kita menerima apa yang terbaik menurut kehendak-Nya.
’’Berdiam dirilah di hadapan Tuhan. Berdoalah. Tetap lakukan bagian kita. Kemudian nantikan Tuhan dengan hati yang percaya. Dia tidak pernah terlambat. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Achmad RW