Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (31/8), anggota Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan keutamaan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. ’’Apapun yang berhubungan dengan Nabi Muhammad menjadi istimewa dan barokah. Robiul Awwal bulan biasa menjadi istimewa karena bulan lahirnya Nabi. Kholid bin Walid selalu menang di perang karena menyimpan rambut Nabi di kopiah. Ummu Sulaim, minyak wanginya istimewa, karena dari keringat Nabi,’’ tuturnya.
Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Anbiya 107. Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam. Makanya jika ingin mendapat rahmat dari Allah Ta’ala, harus berhubungan dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Pertama, Rabiul Awwal menjadi bulan yang mulia karena Nabi dilahirkan di bulan ini.
Kaum muslimin di seluruh penjuru dunia mengadakan peringatan kelahiran Nabi di Rabiul Awwal.
Keberadaan Rasulullah memiliki pengaruh terhadap kemuliaan tempat, waktu maupun segala sesuatu.
Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, H Ahmad Mauzul Ungkap Cara Membuktikan Cinta kepada Nabi Muhammad
Kedua Khalid bin Walid. Ia panglima perang yang mendapatkan gelar Saifullah (pedang Allah).
Kehebatannya di medan perang bukan hanya karena keberanian, tetapi juga kecerdasan dan strategi militernya.
Namun, ada sisi lain dari Khalid bin Walid yang menunjukkan betapa besar kecintaannya kepada Rasulullah.
Khalid bin Walid menyimpan beberapa helai rambut Nabi. Ia mendapatkannya dari Rasulullah dan menyimpannya di kopiah.
Suatu ketika dalam peperangan, kopiah Khalid terjatuh. Dia pun berusaha keras mendapatkannya. Usai perang, para sahabat bertanya kepadanya. Apa yang menyebabkan dia berusaha keras mendapatkan kembali kopiahnya yang terjatuh?
Khalid menjawab, di kopiah itu terdapat rambut Rasulullah. Dan dia selalu memenangi perang selama memakai kopiah itu.
Para sahabat tidak memandang Rasulullah seperti manusia biasa. Mereka sangat mencintai beliau.
Bahkan dalam hadis sahih, Urwah bin Mas'ud pernah menggambarkan bagaimana para sahabat memperlakukan Rasulullah. Ketika Rasulullah berwudu, para sahabat hampir berebut mendapatkan bekas air wudu beliau. Ini bukan sekadar penghormatan. Ini ekspresi cinta kepada Rasulullah.
Ketiga Ummu Sulaim radiyallahu anha, ibunda Anas bin Malik radiyallahu anhu.
Ummu Sulaim memiliki kecintaan yang luar biasa kepada Rasulullah.
Rasulullah pernah tidur di rumah Ummu Sulaim. Keringat Nabi menempel di tikar yang dipakai tidur. Ummu Sulaim lalu mengerok tikar itu demi mengambil keringat Rasulullah dan memasukkannya ke dalam wadah.
Rasulullah kemudian bertanya: Apa yang engkau lakukan? Ummu Sulaim menjawab bahwa ia mengambil keringat Nabi untuk dijadikan sebagai minyak wangi.
Rasulullah tidak melarang perbuatan Ummu Sulaim tersebut.
Ini menjadi salah satu dasar yang kuat mengenai keberkahan benda yang secara langsung berasal dari Rasulullah.
Kita tidak bisa bertemu dengan Rasulullah secara fisik, tetapi kita bisa menyambung hubungan hati dengan beliau melalui iman, mengikuti sunah, mencintai beliau, dan memperbanyak salawat.
Nabi bersabda: Barang siapa bersalawat kepadaku sekali, Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali. Orang yang paling dekat dengan Nabi di surga yakni yang paling banyak baca salawat. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto