Binrohtal di Polres Jombang, H Ahmad Mauzul Ungkap Cara Membuktikan Cinta kepada Nabi Muhammad

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 06:43 WIB
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)

 

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (27/8), pengurus MWCNU Kecamatan Sumobito, H Ahmad Mauzul, menjelaskan pentingnya mencintai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.  ’’Di akhirat nanti kita akan dikumpulkan bersama orang yang dicintai,’’ tuturnya.

Suatu ketika Rasulullah berkhotbah cerita hari kiamat. Tiba-tiba ada sahabat menyela bertanya; Kapan hari kiamat itu?

Nabi lalu bertanya balik: Apa persiapanmu untuk menghadapi hari kiamat? Sahabat itu menjawab; Saya tidak punya persiapan. Tapi saya mencintaimu.

Nabi lalu bersabda: Kamu bersama orang yang kamu cintai.

 

Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata; Sejak masuk Islam, kabar paling membahagiakan yang dia dengar yakni hadis Nabi: Seseorang akan bersama dengan orang yang dia cintai.

 

’’Cinta kepada Nabi harus dibuktikan,’’ ucapnya. Di antaranya dengan banyak membaca salawat. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang membaca salawat 500 kali tiap hari maka hidupnya tidak akan fakir.

Malaikat Jibril berkata; Orang yang baca salawat 10 kali tiap hari akan dia gandeng masuk surga seperti kilat. Malaikat Mikail akan memberinya minum air telaga Kautsar sehingga tidak pernah lagi merasa haus. Malaikat Israfil akan sujud dan tidak mengangkat kepala hingga dia diampuni. Serta malaikat Izrail mencabut ruhnya seperti para nabi.

 

’’Mencintai Nabi juga harus meneladani akhlak Nabi,’’ ungkapnya. Kepada istri Nabi sangat memuliakan. Memanggil dengan panggilan terbaik, ya humaira, wahai yang pipinya putih kemerahan.

Nabi minum dari gelas yang sama dengan istrinya. Nabi menaruh bibirnya di sisi gelas yang masuk ke bibir istrinya. Nabi juga membantu pekerjaan rumah.

Nabi juga mendoakan istrinya.

Nabi juga guyon dengan istrinya. Aisyah cerita, pernah balapan lari dengan Nabi. Di awal nikah, Aisyah menang. Namun setelah dia makin gemuk, ganti dia yang kalah.

 

Nabi juga memeluk dan mencium anak cucunya. Nabi tidak pernah memaksa anaknya. Ketika Fatimah dilamar Abu Bakar, Fatimah menjawab tidak. Maka Nabi tidak menikahkan dengan Abu Bakar.

 Ketika dilamar Umar, Fatimah juga  menjawab tidak. Ketika dilamar Ustman, tetap menjawab tidak.

Baru ketika dilamar Ali dia diam. Nabi bersabda, diamnya wanita tanda setuju. Maka Nabi menikahkan Fatimah dengan Ali.

 

Termasuk meneladani Nabi yakni masuk kamar kamar mandi menggunakan kaki kiri. Keluar kamar mandi menggunakan kaki kanan. Buang air dengan duduk. Makan dengan tangan kanan sambil duduk. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
Ngaji Jombang Salawat Nabi H Ahmad Mauzul nabi muhammad Cinta rasulullah