Binrohtal di Polres Jombang, Mbah Bolong Ungkap 4 Amalan agar Selalu Ditolong Allah

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:35 WIB
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)

 

Saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (26/8), pengasuh PP Falahul Muhibbin Watugaluh sekaligus Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong), menjelaskan pentingnya memperingati Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. 

 

’’Nabi tiap Senin puasa untuk memperingati kelahirannya. Maka beruntunglah kita yang mau memperingati kelahiran Nabi.  Karena Nabi adalah nikmat terbesar,’’ terangnya.

Nabi Daud alaihissalam pernah bertanya kepada Allah Ta’ala. Apakah nikmat terbesar yang diberikan kepada manusia? Allah menjawab nafas. Lalu apa nikmat terbesar yang diberikan kepada manusia? Allah menjawab, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. 

 

Nabi makhluk yang paling dicintai Allah Ta’ala. Maka orang yang mencintai Nabi akan dicintai oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana disebutkan di QS Ali Imron 31. Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.

 

’’Orang yang meniru kebaikan Nabi pasti akan ditolong oleh Allah sebagaimana Allah menolong Nabi,’’ ungkapnya.

 

Suatu ketika Fatimah putri Nabi sowan kepada Nabi dan bercerita sudah tiga hari tidak makan. Lalu Nabi berkata beliau sendiri sudah empat hari tidak makan.

Nabi lalu keluar rumah untuk bekerja menjadi penimba air kepada orang non muslim. Tiap satu timba dibayar tiga kurma. Begitu sampai timba ke sembilan tampar putus.

Orang yang mempekerjakan marah dan menampar Nabi. Lalu Nabi pulang dengan dibayar 20 butir kurma. Orang yang mempekerjakan menyesal begitu tahu yang ditampar Nabi. Dia pun memotong tangannya.

 

Dia lalu mendatangi Nabi dan meminta maaf. Nabi pun memaafkan. Orang itu kemudian meminta Nabi mengembalikan tangannya. Karena dia tahu, kalau benar Nabi, pasti punya mukjizat. Nabi pun mengembalikan tangan yang putus. Akhirnya orang tadi masuk Islam.

 

’’Ini pelajaran bahwa ketika berbuat kebaikan, kita harus yakin pasti akan ditolong oleh Allah Ta’ala. Untuk para Nabi, Allah menolong dengan mukjizat. Untuk yang bukan Nabi, Allah menolong dengan maunah,’’ paparnya.

Misalnya anggota polisi diuji dengan tugas yang berat dan susah. Asal diniati ibadah karena Allah Ta’ala pasti akan ditolong oleh Allah Ta’ala.

’’Pak Kapolres diberi amanah mengamankan Muktamar NU yang menjadi perhatian seluruh Indonesia. Asal diniati karena Allah Ta’ala, pasti akan ditolong oleh Allah Ta’ala,’’ tegasnya.

 

Mbah Bolong kemudian memberi resep agar pasti ditolong oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana disebutkan di Quran Surat Alfath 29.

Pertama, mengikuti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. 

 Kedua, lembut dan kasih sayang kepada sesama muslim.

Ketiga, tegas kepada orang kafir. ’’Dengan orang kafir yang tidak memusuhi kita tetap berbuat baik seperti Gus Dur. Tapi kepada sikap kafir kita tegas menolak. Kita teguh memang iman Islam. Semoga semua anggota Polres Jombang dan semua anak keturunannya sampai mati tetap Islam,’’ ungkapnya diamini jamaah.

Keempat, harus salat lima waktu. Syukur bisa dilaksanakan secara berjamaah.

Rasulullah bersabda; Orang yang istiqamah salat lima waktu berjamaah akan diberi lima hal.

Bebas dari kefakiran. Bebas dari siksa kubur. Menerima catatan amal tangan kanan.

Melewati jembatan sirotol mustaqim secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab.

(jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
Muktamar NU kajian islam polres jombang Mbah Bolong nabi muhammad