Renungan 310: Mengampuni Jalan Menuju Kemerdekaan Hati

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan tentang pentingnya mengampuni sebagai jalan menuju kemerdekaan hati.

’’Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu,’’ tuturnya mengutip Efesus 4:32.

Tidak semua luka dapat sembuh dengan cepat. Ada perkataan yang begitu menyakitkan. Ada pengkhianatan yang sulit dilupakan.

Baca Juga: Renungan 309: Kemerdekaan Adalah Kesempatan untuk Hidup Sebaik-baiknya

Ada perlakuan yang meninggalkan bekas di dalam hati selama bertahun-tahun.

Seringkali kita berpikir bahwa dengan menyimpan kemarahan atau kebencian, kita sedang menghukum orang yang telah menyakiti kita.

Padahal kenyataannya, hati kitalah yang terus dibelenggu oleh rasa sakit itu.

Baca Juga: Renungan 307: Hidup Bersama dengan Rukun Mendatangkan Berkat

Di tengah kehidupan saat ini, banyak orang memilih memutuskan hubungan, menyimpan dendam, atau membalas kejahatan dengan kejahatan.

Dunia menganggap mengampuni adalah tanda kelemahan. Namun firman Tuhan mengajarkan hal yang berbeda.

Mengampuni bukan berarti melupakan kesalahan atau membenarkan perbuatan yang salah.

Mengampuni juga bukan berarti kita harus membiarkan diri terus disakiti. Mengampuni berarti menyerahkan penghakiman kepada Tuhan dan melepaskan hati kita dari belenggu kebencian.

Ketika kita mengampuni, kita sedang memilih taat kepada Tuhan. Kita membuka ruang bagi damai sejahtera-Nya untuk memulihkan hati yang terluka.

Tuhan Yesus telah memberikan teladan yang sempurna. Bahkan ketika tergantung di kayu salib, Dia masih berdoa bagi orang-orang yang menyalibkan-Nya.

Kasih seperti itulah yang Tuhan ingin kita melakukannya dan terus bertumbuh di dalam hidup kita.

Baca Juga: Renungan 306: Memiliki Rasa Cukup Membuat Hati Bahagia

Firman Tuhan berkata; ’’Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.’’ (Efesus 4:32)

Coba kita renungkan saat ini, adakah seseorang yang masih sulit kita ampuni?

Adakah luka yang masih kita simpan sehingga menghalangi sukacita dan damai sejahtera Tuhan? Datanglah kepada Tuhan dan serahkan semuanya kepada-Nya.

Baca Juga: Renungan Minggu 305: Ketekunan Membawa kepada Puncak Keberhasilan

Mengampuni memang tidak selalu mudah, tetapi selalu membawa kebebasan bagi hati.

 Ketika kita mengampuni, kita tidak sedang mengubah masa lalu, tetapi kita sedang memberi kesempatan kepada Tuhan untuk memulihkan masa depan.

’’Biarlah kasih Allah memenuhi hati kita, sehingga kita mampu mengampuni seperti Dia telah lebih dahulu mengampuni kita. Tuhan Yesus memberkati,’’ ungkapnya. (jif/naz)

Editor : Achmad RW
jalan menuju kemerdekaan GPdI House of Prayer Sawahan Renungan Petrus Harianto STh Mengambang