RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan tentang pentingnya menjadikan kemerdekaan sebagai kesempatan untuk hidup sebaik-baiknya.
’’Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih,’’ tuturnya mengutip Galatia 5:13.
Kemerdekaan adalah anugerah yang sangat berharga. Kita bersyukur sebagai bangsa Indonesia dapat menikmati kemerdekaan.
Baca Juga: Renungan 307: Hidup Bersama dengan Rukun Mendatangkan Berkat
Kemerdekaan yang didapatkan melalui perjuangan yang berat dan pengorbanan yang begitu besar.
Sebagai anak bangsa kita punya tanggung jawab untuk menghargai dan mengisi kemerdekaan ini.
Demikian juga dalam kehidupan rohani. Kristus telah memerdekakan dari dosa, bukan supaya kita hidup sesuka hati, tetapi supaya kita dapat hidup bagi Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.
Baca Juga: Renungan 306: Memiliki Rasa Cukup Membuat Hati Bahagia
Ayat di atas mengingatkan kita: ’’Janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa.’’
Itu berarti kebebasan tidak boleh menjadi alasan untuk hidup sembarangan. Kemerdekaan bukan berarti hidup tanpa batas dan tanpa tanggung jawab.
Kemerdekaan yang kita terima bukan untuk melakukan segala sesuatu sesuka hati, melainkan untuk hidup dalam kasih, kebenaran, dan melayani Tuhan.
Kemerdekaan sejati terlihat ketika seseorang mampu berkata ’’tidak’’ kepada dosa dan ’’ya’’ kepada kehendak Tuhan.
Kita bebas untuk mengampuni, bebas untuk mengasihi, bebas untuk menolong, dan bebas menjadi berkat bagi orang lain.
Paulus bahkan berkata, ’’layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.’’ Artinya, semakin kita mengalami kemerdekaan dalam Kristus, semakin hidup kita seharusnya membawa manfaat bagi sesama.
Kemerdekaan bukan kesempatan untuk hidup semaunya, tetapi kesempatan untuk hidup sebaik-baiknya di hadapan Tuhan.
Baca Juga: Renungan Minggu 305: Ketekunan Membawa kepada Puncak Keberhasilan
Di tengah dunia yang sering mengartikan kebebasan sebagai hak untuk melakukan apa saja, orang percaya dipanggil menunjukkan arti kemerdekaan yang berbeda: Bebas dari dosa, bebas untuk mengasihi, dan bebas untuk melayani.
Kemerdekaan sejati bukan hidup tanpa aturan. Kemerdekaan sejati adalah ketika kita tidak lagi diperbudak oleh dosa, tetapi dengan sukacita menyerahkan hidup kita kepada Kristus.
’’Kemerdekan harus kita pakai untuk hidup sebaik-baiknya bagi kemuliaan Tuhan. Sekali Merdeka tetap merdeka. Tuhan Yesus memberkati,’’ tuturnya. (jif/naz)
Editor : Achmad RW