Binrohtal di Polres Jombang, KH Muhammad Najib Ungkap Hubungan Rukun Islam dan Kehidupan Sosial

Achmad RW • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 06:37 WIB
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)

RadarJombangid - Saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (5/8), Pengasuh PP Al-Madienah, Denanyar, KH Muhammad Najib Muhammad, menjelaskan pentingnya kepedulian sosial.

’’Semua rukun Islam membawa dimensi sosial,’’ tuturnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

 Baca Juga: Binrohtal Polres Jombang: Kemerdekaan Harus Disyukuri dengan Menjaga Persatuan dan Keamanan

Lima rukun Islam semuanya punya dimensi sosial.

Pertama syahadat, melahirkan persaudaraan dan kesetaraan. Syahadat mengikat seorang muslim dalam satu ikatan keimanan. Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara (QS Al-Hujurat 10).

Persaudaraan memiliki konsekuensi sosial: Saling menolong, menjaga kehormatan, mendamaikan perselisihan, dan tidak saling menzalimi.

Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, Pengasuh Pondok Pesantren Halimiyah Tambakberas Ungkap 5 Keutamaan Sedekah

Rasulullah bersabda: Seorang muslim saudara bagi muslim lainnya.

Ia tidak menzaliminya, tidak membiarkannya (dalam kesulitan), dan tidak merendahkannya.

Kedua salat, membentuk pribadi yang mencegah kemungkaran sosial. Allah Ta'ala berfirman: Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (QS Al-'Ankabut 45).

Salat yang benar seharusnya membentuk pribadi yang tidak suka menzalimi, mencuri, menipu, memfitnah, menyakiti, atau melakukan kemungkaran terhadap orang lain.

Ketiga zakat, secara langsung mengatasi persoalan sosial.

Kelak di akhirat ada hamba yang ditanya Allah Ta’ala; Wahai hambaKu, Aku sakit kenapa kamu tidak menjenguk?

Bagaimana aku menjenguk sedangkan aku hamba dan Engkau Tuhan? Saat kau menjenguk saudaramu, kamu sama dengan menjengukKu. 

Wahai hambaKu, Aku lapar kenapa kamu tidak memberi makan? Bagaimana aku memberi makan sedangkan aku hamba dan Engkau Tuhan? Saat kamu memberi makan orang lapar, kamu sama dengan memberiKu makan.

Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, Pengasuh Pondok Pesantren Halimiyah Tambakberas Ungkap 5 Keutamaan Sedekah

Keempat puasa, membentuk kepedulian terhadap sesama. Tujuan utama puasa yakni takwa. Sebagaimana disebutkan di QS Al-Baqarah 183.

Orang yang bertakwa diperintahkan untuk bersedekah di waktu lapang maupun sempit. Menahan amarah, memaafkan, dan berbuat baik. Sebagaimana disebutkan di QS Ali Imran 134.

Puasa juga mengajarkan pengendalian diri. Rasulullah bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, janganlah berkata kotor dan jangan bertengkar.

Puasa mendidik kita agar mampu menjaga lisan, emosi, dan menjaga perilakunya ketika berinteraksi dengan orang lain.

Nabi bersabda; Ada lima hal yang menghapus pahala puasa. Menggunjing, berbohong, mengadu domba, sumpah palsu dan melihat dengan syahwa.

Kelima haji, mengajarkan persatuan dan persaudaraan umat manusia. Allah Ta’ala berfirman: Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka (QS Al-Hajj 28).

Nabi bersabda; Pahala haji mabrur yakni surga. Dan ciri haji mabrur yakni suka memberi makan dan berkata dengan perkataan yang baik.

Gus Najib cerita, ada ulama yang di alam kubur mendapat nikmat sangat banyak. Ketika ditanya ternyata penyebabnya bukan karena dia puasa sunah selama 40 tahun. Juga bukan karena dia tiap hari hatam Quran. 

Tapi karena suatu hari dia melihat kucing kedinginan kemudian menyelimuti kucing tersebut. (jif/naz)

 

Editor : Achmad RW
dimensi sosial rukun iman polres jombang Binrohtal