JOMBANG - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (4/8), Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Ngoro, KH Moh Mahrus, menjelaskan amalan yang membuat Allah Ta’ala mengangkat derajat manusia.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada dua amalan yang membuat manusia diangkat derajatnya hingga melebihi para malaikat,’’ tuturnya.
Pertama yakni laki-laki yang hatinya selalu terhubung dengan masjid. ’’Maksudnya, dia selalu salat jamaah lima waktu di masjid,’’ terangnya.
Rasulullah bersabda; Barang siapa mendapatkan takbiratul ihram bersama imam, maka baginya pahala haji dan umrah.
Barang siapa mendapatkan takbiratul ihram bersama imam, maka hal itu lebih baik baginya daripada bersedekah emas sepenuh bumi.
Barang siapa mendapatkan takbiratul ihram bersama imam selama 40 hari, maka dia bebas dari dua hal. Bebas dari neraka dan bebas dari kemunafikan.
Kiai Mahrus lalu cerita Muhammad bin Sama’ah at-Tamimi (wafat tahun 233 H) dari generasi Atba’ut tabi’in junior. Beliau selama 40 puluh tahun tidak pernah ketinggalan takbiratul ihram imam dalam salat berjamaah. Dia hanya ketinggalan satu kali pada hari ibunya wafat.
Dia langsung menggantinya dengan salat 25 kali. Karena ada hadis bahwa salat jamaah lebih utama 25 derajat dari pada salat sendirian. Setelah salat dia pun tertidur. Kemudian mendengar suara tanpa rupa yang mengatakan; ’’Walaupun kamu mengulangi salat 100 kali, kamu tetap tidak akan dapat menyamai salat berjamaah yang mendapatkan takbiratul ihramnya imam,’’ urainya.
Kedua, amalan yang membuat derajat kita lebih tinggi dibanding malaikat yakni lisan selalu basah dengan zikir. Rasulullah bersabda; Barang siapa lisannya selalu basah dengan zikir kepada Allah Ta’ala, sungguh telah dibukakan baginya pintu-pintu kebaikan.
Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Ahzab 41-42. Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.
Allah Ta’ala juga berfirman di QS Al-Jumu'ah 10; Ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
Saat Imam Ahmad bin Hambal tinggal di Bagdad Irak, tiba-tiba beliau ingin ke Basrah yang berjarak 430 kilometer. Tiba di Basrah beliau mau tidur di masjid namun diusir oleh marbot. Beliau kemudian ditampung tukang roti.
Imam Ahmad takjub karena tukang roti ini selalu membaca istigfar selama bekerja. Tukang roti cerita, dia sudah 30 tahun bekerja dengan lisan selalu basah dengan istigfar.
Semua keinginannya selalu dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Namun ada satu keinginan yang belum, yakni bertemu Imam Ahmad bin Hambal.
Mendengar itu, seketika Imam Ahmad bertakbir keras. Rupanya karena doa tukang roti itu dia digerakkan menempuh perjalanan jauh dari Bagdad ke Basrah. Bahkan hingga diusir oleh marbot masjid. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto