Binrohtal di Polres Jombang, Ustaz Hasanudin: Hidayah dan Taufik adalah Anugerah Terbesar

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:24 WIB
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)

 

 

JOMBANG  - Saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (31/7) Ustad Hasanudin menjelaskan pentingnya mensyukuri nikmat hidayah. ’’Hidayah dan taufik adalah nikmat terbesar dari Allah Ta’ala,’’ tuturnya.

 

Allah Ta'ala berfirman di QS Al-Baqarah 120; Sesungguhnya petunjuk itu adalah petunjuk Allah.

Hidayah bukan berasal dari kecerdasan, keturunan, kekuasaan, ataupun usaha manusia semata. Hidayah anugerah Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

 

Allah juga berfirman: Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (QS Al-Qashash 56).

 

Ayat ini turun ketika Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sangat menginginkan pamannya, Abu Thalib, memperoleh hidayah. Namun Allah menjelaskan bahwa tugas manusia hanyalah menyampaikan, sedangkan yang membuka hati hanyalah Allah.

 

Hidayah merupakan petunjuk menuju jalan yang benar. Seseorang mengetahui mana yang hak dan mana yang batil. Ia mengenal Allah, memahami syariat-Nya, serta mengetahui jalan keselamatan.

 

Sedangkan taufik kemampuan dan pertolongan dari Allah Ta’ala untuk mengamalkan petunjuk tersebut. Tidak sedikit orang mengetahui bahwa salat itu wajib, tetapi belum mampu menjaga salatnya. Banyak yang mengetahui pentingnya kejujuran, tetapi masih sulit meninggalkan dusta. Berarti ia telah memperoleh sebagian hidayah ilmu, tetapi belum mendapatkan kesempurnaan taufik untuk mengamalkannya.

 

Karena itu para ulama mengatakan: Taufik adalah ketika Allah tidak membiarkanmu bergantung kepada dirimu sendiri. Adapun kehinaan adalah ketika Allah menyerahkanmu kepada dirimu sendiri.

 

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, taufik adalah berkumpulnya ilmu yang benar, kehendak yang kuat, serta kemampuan untuk melaksanakan amal saleh. Karena itu, setiap kali seorang hamba mampu istiqamah dalam ketaatan, hendaknya ia menyadari bahwa itu bukan semata-mata karena kekuatannya, melainkan karena pertolongan Allah Ta’ala.

 

Imam Al-Ghazali berkata: Tidak ada nikmat yang lebih besar daripada nikmat mengenal Allah dan berjalan menuju-Nya.

Karena itu, ketika seseorang masih diberi semangat mengaji, senang menghadiri majelis ilmu, ringan bersedekah, menjaga salat berjamaah, dan mencintai Alqur'an, jangan pernah merasa itu semata-mata hasil usaha pribadi. Semua itu adalah tanda kasih sayang Allah berupa hidayah dan taufik.

Rasulullah mengajarkan doa: Allahummahdini, Ya Allah, berilah aku petunjuk.

Serta ya muqollibal qulub sabbit qalbi ala dinik. Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.

 

Sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab radiyallahu anhu dikenal sebagai penentang keras dakwah Nabi Muhammad. Suatu hari dia berangkat dengan niat membunuh Rasulullah.

 bBaca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, KH M Sholahuddin Jelaskan Cara Menjaga Iman Tetap Kuat

Namun di tengah perjalanan, ia mengetahui adiknya telah memeluk Islam. Ketika mendengar lantunan awal Surah Thaha, hatinya luluh. Ayat-ayat Al-Qur'an membuka pintu hatinya hingga akhirnya ia datang menemui Rasulullah dan menyatakan keislamannya.

 

Peristiwa itu menjadi bukti bahwa hidayah berada di tangan Allah. Tidak ada manusia yang terlalu jauh dari rahmat-Nya, dan tidak ada yang dapat memaksa datangnya hidayah selain Allah sendiri.

 

Mensyukuri nikmat hidayah tidak cukup hanya dengan mengucapkan Alhamdulillah. Syukur yang sesungguhnya diwujudkan dengan menjaga salat, membaca Alquran, menghadiri majelis ilmu, berbakti kepada orang tua, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi maksiat.

 

Semakin seseorang mensyukuri hidayah, semakin Allah tambahkan taufik kepadanya. Sebaliknya, jika hidayah diabaikan, dikhawatirkan hati menjadi keras dan jauh dari Allah. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
Hidayah Allah Ustaz Hasanudin kajian islam khutbah jumat polres jombang