Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (28/7), Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jombang, KH Agung Bahroni, menjelaskan keutamaan berbakti orang tua.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Berbaktilah kepada orang tua, niscaya anak-anak kalian akan berbakti kepada kalian,’’ tuturnya.
Dari hadis ini, terdapat lima kabar gembira bagi orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya.
Pertama, dikaruniai keturunan. Anak merupakan karunia besar dari Allah Ta’ala. Salah satu sebab datangnya keberkahan dalam keluarga adalah berbakti kepada orang tua.
Allah Ta’ala berfirman di QS Asy-Syura 49. Milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia menganugerahkan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan menganugerahkan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki.
Nabi Ibrahim alaihissalam telah lanjut usia dan belum memiliki keturunan. Beliau terus berdoa yang diabadikan di QS Ibrahim 40-41. Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang melaksanakan salat, dan juga keturunanku. Ya Tuhan kami kabulkanlah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan semua orang yang beriman pada hari terjadinya hisab.
Karena Ibrahim mendoakan orang tua, Allah pun mengabulkan dengan memberinya putra Nabi Ismail dan Ishak alaihimassalam.
Kedua, keturunannya akan menjalani hidup. Banyak anak yang lahir tetapi tidak sempat menikmati kehidupan karena berbagai sebab. Berbakti kepada orang tua menjadi salah satu sebab turunnya keberkahan sehingga Allah menjaga kehidupan keturunan.
Ketiga, dipanjangkan umur. Rasulullah bersabda: Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.
Silaturahmi yang palung utama yakni kepada orang tua. Memberi sesuatu kepada orang tua bernilai ganda; Sedekah sekaligus silaturahmi.
Imam Ahmad bin Hanbal sangat menghormati ibunya. Bahkan ketika hendak menuntut ilmu pada waktu subuh, beliau menunggu hingga ibunya mempersilakan berangkat. Adab kepada ibu menjadi salah satu sebab Allah memberkahi umur dan ilmunya sehingga namanya harum hingga kini.
Keempat, hidup sampai tua. Tidak semua orang diberi kesempatan menikmati usia tua. Sebagian wafat ketika masih kecil, remaja, atau dewasa. Hadis ini memberi kabar gembira bahwa Allah memberikan keberkahan umur hingga mencapai usia lanjut.
Orang yang diberkahi umurnya banyak dan dipenuhi amal saleh.
Kelima, memiliki anak yang berbakti. Inilah kabar gembira terbesar. Orang yang menghormati ayah dan ibunya akan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi juga dari contoh yang mereka lihat setiap hari.
Uwais al-Qarani sangat berbakti kepada ibunya. Dia menggendong ibunya untuk menunaikan ibadah haji dari Yaman menuju Makkah yang berjarak 1.500 kilometer. Karena baktinya yang luar biasa, Rasulullah memuji Uwais meskipun beliau tidak pernah bertemu langsung dengan Nabi.
Nabi berpesan agar Umar minta doa kepada Uwais ketika kelak ketemu dengannya.
Karena baktinya kepada sang ibu, Uwais terkenal di langit meskipun tidak terkenal di bumi.
Ini bukti kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan hanya karena banyaknya ibadah, tetapi juga karena baktinya kepada kedua orang tua.
Nabi juga bersabda; Anak yang lupa mendoakan kedua orang tuanya akan sulit rezekinya. Maka tiap hari kita harus mendoakan kedua orang tua. Baik masih hidup maupun setelah wafatnya. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto