Binrohtal di Polres Jombang, KH Abdulloh Rif'an Ungkap Rahasia Mewariskan Generasi Saleh

Rojiful Mamduh • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:29 WIB

 

Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)

 

JOMBANG - Saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (24/7), Pengasuh PP Al-Fathimiyah Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdulloh Rif'an Nasir LC, menjelaskan pentingnya menyiapkan generasi saleh. ’’Keturunan yang saleh akan menjadi investasi abadi bagi kita,’’ tuturnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.

Ini menunjukkan, salah satu investasi terbesar seorang muslim mendidik anak menjadi pribadi yang saleh. Doa anak yang tulus kepada kedua orang tuanya akan terus menjadi aliran pahala yang tidak terputus.

Anak saleh bukan hanya yang rajin beribadah. Tetapi juga yang memiliki akhlak mulia, menghormati orang tua dan memberi manfaat kepada masyarakat. Serta selalu mendoakan kedua orang tuanya.

Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, Gus Fahmi Bagikan Teladan Imam Syafii dalam Menghormati Perbedaan

Karena itu, mendidik anak sejatinya merupakan bentuk sedekah jangka panjang yang hasilnya dapat dipetik hingga kehidupan setelah kematian.

Generasi yang kuat bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh akidahnya, baik akhlaknya, serta memiliki kepedulian sosial.

Allah Ta’ala berfirman di QS An-Nisa' 9. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya.

Dalam tafsir ayat ini disebutkan, Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: ’’Sesungguhnya aku benar-benar memperbanyak salatku karena mengharapkan Allah menjaga anak cucuku.’’

Umar memahami, ketakwaan dan amal saleh orang tua menjadi sebab datangnya penjagaan Allah kepada anak dan keturunannya.

Hal ini juga sejalan dengan kisah dalam Alquran tentang dua anak yatim: ’’Adapun dinding itu milik dua anak yatim di kota itu, dan di bawahnya tersimpan harta bagi mereka. Ayah mereka seorang yang saleh (QS Al-Kahfi 82).

Allah menjaga harta kedua anak yatim tersebut karena kesalehan ayahnya, meskipun sang ayah telah wafat. Dari ayat ini dipahami, kesalehan orang tua dapat menjadi sebab turunnya penjagaan dan keberkahan bagi keturunannya.

Jika menginginkan anak keturunan yang baik, jangan hanya sibuk menasihati mereka, tetapi juga memperbaiki diri sendiri. Perbanyak salat sunah, sedekah, membaca Alquran, istigfar, qiyamul lail,

dan amal saleh lainnya.

Dengan izin Allah, amal-amal tersebut menjadi salah satu sebab turunnya keberkahan dan penjagaan bagi anak-anak serta keturunan. Sebagaimana firman-Nya: ’’Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka (QS At-Tur 21).

Lemah bukan sekadar ekonomi, tetapi juga lemah iman, ilmu, akhlak, dan karakter. Karena itu, pendidikan agama, pembiasaan ibadah, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial harus ditanamkan sejak dini.

Rasulullah bersabda; Pada hari kiamat terdapat tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah Ta’ala ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya.

Pertama pemimpin yang adil. Kedua pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah. Ketiga seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid. Keempat dua orang yang saling mencintai karena Allah. Kelima seseorang yang menolak ajakan maksiat dari lawan jenis yang memiliki kedudukan dan kecantikan karena takut kepada Allah. Keenam orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya. Ketujuh orang yang mengingat Allah sendirian hingga meneteskan air mata.

Kita harus berusaha meninggalkan generasi yang masuk tujuh golongan tersebut. (jif/naz)

Editor : Anggi Fridianto
KH Abdulloh Rif'an Anak Saleh Khotbah Jumat Jombang Bahrul Ulum