RadarJombang.id - Ustad Hambali, menjelaskan pentingnya kejujuran saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (17/7).
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Jujur itu menyelamatkan, bohong itu membinasakan,’’ tuturnya.
Kejujuran membawa keberkahan. Harta yang diperoleh dengan kebohongan mungkin tampak banyak, tetapi tidak membawa ketenangan. Sebaliknya, rezeki yang sedikit namun halal dan jujur akan menghadirkan keberkahan.
Baca Juga: Binrohtal Polres Jombang, KH Asrori Maksum Ungkap 3 Golongan yang Jauh dari Rahmat Allah
Rasulullah bersabda: Apabila penjual dan pembeli berlaku jujur dan menjelaskan keadaan barang, maka diberkahi jual belinya. Namun jika keduanya berdusta dan menyembunyikan cacat, dihapuslah keberkahan jual beli mereka.
Salah satu teladan kejujuran, kisah sahabat Ka'ab bin Malik radiyallahu anu. Ketika tidak ikut Perang Tabuk tanpa uzur, banyak orang memilih berdusta agar terbebas dari hukuman.
Namun Ka'ab memilih berkata apa adanya kepada Rasulullah. Akibat kejujurannya, ia sempat diboikot selama lima puluh hari. Masa itu sangat berat baginya. Akan tetapi, karena ia tetap mempertahankan kejujuran, Allah akhirnya menurunkan ayat yang menerima tobatnya.
Baca Juga: Binrohtal Polres Jombang, KH Miftahul Khoiri Ungkap 5 Penyebab Suul Khatimah
Allah berfirman: Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan tobatnya) kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya (QS At-Taubah 118).
Ka'ab berkata bahwa setelah masuk Islam, tidak ada nikmat yang lebih besar baginya selain karunia Allah yang menjadikannya berkata jujur kepada Rasulullah. Seandainya saat itu ia berdusta, niscaya ia akan binasa sebagaimana orang-orang munafik.
Di zaman sekarang, kejujuran menjadi sesuatu yang mahal. Banyak orang rela menggadaikan kejujuran demi mengejar jabatan, harta, popularitas, bahkan sekadar pujian manusia. Padahal, apa yang diperoleh dengan cara yang tidak jujur tidak akan pernah membawa keberkahan.
Allah Ta’ala berfirman di QS At-Taubah 119. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.
Orang yang menjaga kejujurannya akan selalu berada di jalan yang diridai Allah Ta’ala.
Realitanya, kita menyaksikan berbagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah. Korupsi, suap, manipulasi laporan, pemalsuan data, perdagangan yang curang, menyontek saat ujian, hingga penyebaran berita bohong di media sosial menjadi fenomena yang memprihatinkan.
Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perceptions Index/CPI) 2025 menunjukkan, Indonesia memperoleh skor 34 dan berada di peringkat 109 dari 180 negara. Angka ini menjadi pengingat bahwa persoalan integritas dan kejujuran masih menjadi pekerjaan besar bagi bangsa.
Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, Ustaz Addin Mustaqim Jelaskan 3 Cara Bersyukur yang Benar
Padahal Allah telah memperingatkan: Dan janganlah kamu campuradukkan yang benar dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui (QS Al-Baqarah 42).
Rasulullah mengingatkan: Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Jauhilah kebohongan, karena kebohongan membawa kepada kefasikan, dan kefasikan membawa ke neraka.
Setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Jabatan akan berakhir, harta akan ditinggalkan, tetapi catatan amal akan terus menyertai hingga hari hisab.
Baca Juga: Binrohtal Polres Jombang, KH Moh Roihan Ungkap Makna Zuhud yang Sering Disalahpahami
Kejujuran bukan hanya diuji di ruang sidang atau di kantor pemerintahan. Ia diuji dalam setiap profesi dan keadaan.
Rasulullah bersabda: Barang siapa kami angkat untuk suatu jabatan, lalu ia menyembunyikan satu jarum atau lebih dari harta yang menjadi tugasnya, maka itu adalah ghulul (pengkhianatan) yang akan dibawanya pada hari kiamat
Rasulullah bersabda: Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya akan bersama para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada.
Rasulullah bersabda: Barang siapa menipu, maka ia bukan termasuk golongan kami. (jif/naz)
Editor : Achmad RW