Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal Polres Jombang, KH Asrori Maksum Ungkap 3 Golongan yang Jauh dari Rahmat Allah

Rojiful Mamduh • Sabtu, 18 Juli 2026 | 07:31 WIB
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)

 

 

 

Saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (15/7), Pengasuh PP Umar Zahid Semelo, Bandar Kedungmulyo, KH Muhammad Asrori Maksum, menjelaskan tiga golongan yang jauh dari rahmat Allah Ta’ala.

’’Pertama, orang yang ketika nama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam disebut tidak membaca salawat,’’ tuturnya.

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Ahzab 56. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Rasulullah bersabda: Orang bakhil yang ketika namaku disebut di hadapannya, ia tidak bersalawat kepadaku.

Baca Juga: Binrohtal Polres Jombang, KH Miftahul Khoiri Ungkap 5 Penyebab Suul Khatimah

Bersalawat bukti cinta kepada Rasulullah. Semakin besar cinta seseorang kepada Nabi, semakin ringan lisannya mengucapkan salawat.

Ada ahli hadis yang bermimpi bertemu Rasulullah. Ketika ditanya sebab memperoleh kemuliaan tersebut, ia menjawab, setiap kali menulis atau mendengar nama Nabi Muhammad, ia selalu menuliskan dan mengucapkan salawat dengan sempurna. Kebiasaan yang tampak ringan itu menjadi sebab datangnya keberkahan dan kemuliaan.

Memperbanyak salawat merupakan salah satu amalan yang paling cepat mendatangkan rahmat Allah dan syafaat Rasulullah.

Abdullah bin Mubarak saat tawaf di Kakbah pernah ketemu orang yang terus baca salawat. Saat ditanya alasannya, karena bapaknya mati dalam perjalanan dan wajahnya berubah menjadi babi. Ini karena bapaknya melakukan riba. Namun Nabi mensyafaati sehingga wajahnya kembali manusia. Ini karena si ayah tiap hari membaca salawat seratus kali.

Malaikat Jibril berkata; Orang yang baca salawat 10 kali tiap hari akan dia gandeng masuk surga seperti kilat. Malaikat Mikail akan memberinya minum air telaga Kautsar sehingga tidak pernah lagi merasa haus. Malaikat Israfil akan memayungi di Mahsyar. Serta malaikat Izrail mencabut ruhnya seperti para nabi.

Golongan kedua yang jauh dari rahmat Allah yakni mendengar azan tetapi tidak menjawabnya. Rasulullah bersabda; Apabila kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan. Barang siapa membaca doa setelah azan, maka ia berhak memperoleh syafaatku pada hari kiamat. Menjawab azan merupakan tanda penghormatan terhadap syiar Allah. Sebaliknya, mengabaikannya menunjukkan kelalaian hati.

 

Hatim Al-Asham selama puluhan tahun tidak pernah lupa menjawab azan. Ketika azan berkumandang, ia segera menghentikan kesibukannya untuk menjawab panggilan tersebut. Ia meyakini, orang yang menghormati panggilan Allah di dunia, maka Allah akan memuliakannya pada hari kiamat.

Hati yang hidup akan tergerak ketika mendengar azan, sedangkan hati yang lalai sering kali tidak terusik oleh panggilan Allah.

Baca Juga: Binrohtal Polres Jombang, KH Moh Roihan Ungkap Makna Zuhud yang Sering Disalahpahami

Ketiga, mendapati orang tua masih hidup tetapi tidak berbakti. Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Baqarah 83; Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.

Serta di QS Al-Isra' 23; Maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', dan janganlah engkau membentak keduanya.

Rasulullah bersabda: Celaka dia, celaka dia, celaka dia. Para sahabat bertanya, ’’Siapa wahai Rasulullah?’’ Beliau menjawab, ’’Orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya telah tua, tetapi ia tidak masuk surga karena tidak berbakti kepada keduanya.’’

Berbakti kepada orang tua merupakan jalan tercepat menuju rida Allah. Mendoakan orang tua melancarkan rezeki.

 Sebaliknya, durhaka kepada keduanya termasuk dosa besar yang dapat menghalangi datangnya rahmat Allah. Lupa mendoakan orang tua akan membuat rezeki sulit. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
Kajian Islam Jombang rahmat Allah Jombang KH Asrori Maksum Jombang golongan jauh dari rahmat Allah polres jombang