Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal Polres Jombang, KH Miftahul Khoiri Ungkap 5 Penyebab Suul Khatimah

Rojiful Mamduh • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:16 WIB
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)

 

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (16/7),

 Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Mojotrisno, Mojoagung, KH Miftahul Khoiri, menjelaskan penyebab suul khatimah.

’’Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad menjelaskan lima hal yang menyebabkan suul khatimah,’’ tuturnya.

Pertama, meremehkan kewajiban salat dan zakat. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Salat adalah amal pertama yang akan dihisab di akhirat. Jika salatnya baik maka semua amalnya baik.

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Ma’un 4-5. Maka celakalah bagi orang-orang yang lalai dari salatnya.

   Kedua minum khomer alias segala hal yang memabukkan. Rasulullah bersabda; Semua yang memabukkan hukumnya haram. Hal yang banyaknya menyebabkan mabuk, maka sedikitnya pun hukumnya tetap haram.

 

Ketiga berani atau menyakiti orang tua.   

 

Keempat, suka mencari-cari aib orang Islam. Orang yang sibuk dengan urusan orang lain akan lupa dengan urusannya sendiri. Sibuk mencari keburukan orang lain maka lupa keburukannya sendiri. Ia tidak menyadari dirinya berada dalam maksiat dan dosa, hingga akhirnya meninggal dunia dalam keadaan tidak bertobat.   

 Kelima, mengurangi takaran dan timbangan. Perdagangan merupakan salah satu bentuk kerja sama agar manusia bisa bertahan hidup.    Dalam transaksi ada kondisi saling memberi keuntungan. Islam melarang kecurangan dan penipuan dalam berdagang.    Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Muthaffifin 1-3; Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.

  Jika kecurangan terus-menerus dilakukan maka selama hidupnya ia makan dari hasil yang tidak halal. Sehingga mati dalam keadaan membawa dosa.    

Juga menipu orang Islam. Hanya karena dunia, kadang seseorang rela menempuh segala cara, termasuk melalui jalur yang batil. Kecurangan dan penipuan merupakan hal yang haram.

Orang yang sudah dibutakan, bahkan bisa menjadikan agama sebagai alat untuk memperoleh keuntungan. Baik berupa harta, pujian, ketenaran, maupun pangkat.    

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Banyak amal akhirat menjadi amal dunia dikarenakan niat yang jelek.

Jika hal ini terus-menerus dilakukan hingga ajal menjemput, maka ia berdosa atas kezaliman terhadap orang lain.

(jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
Kajian Islam Jombang Ngaji Jombang KH Miftahul Khoiri Jombang Suul Khatimah Masjid Agung Jombang