Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal Polres Jombang, MUI Tegaskan Ilmu Agama dan Ilmu Umum Sama-Sama Berasal dari Allah

Rojiful Mamduh • Senin, 13 Juli 2026 | 05:51 WIB
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)
Ilustrasi sejumlah anggota Polres Jjombang mendengarkan tausyah kiai di masjid Polres Jombang (AI)

 

 

JOMBANG - Saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (10/7), Wakil Sekretaris MUI Kabupaten Jombang, KH Achmad Cholili Alhafiz, menjelaskan keutamaan ilmu.

’’Derajat seseorang ditentukan oleh ilmu yang dimilikinya,’’ tuturnya.

 

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Mujadilah 11. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.

 

Semakin luas ilmu yang dimiliki dan semakin besar manfaatnya bagi orang lain, semakin tinggi pula kedudukannya di sisi Allah apabila disertai keimanan dan ketakwaan.

 

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama.

 

Makanya Nabi mewajibkan seluruh umat Islam belajar ilmu agama sejak ayunan ibu hingga ke liang lahat.

Imam Syafi'i rahimahullah berkata: Barang siapa menghendaki dunia hendaklah dengan ilmu. Barang siapa menghendaki akhirat hendaklah dengan ilmu. Dan barang siapa menghendaki keduanya, hendaklah dengan ilmu.

 

’’Tidak ada sekat antara ilmu agama dan ilmu umum,’’ tegasnya. Seluruh ilmu yang membawa manfaat berasal dari Allah Ta’ala.

 

Allah Ta’ala mengajari doa; Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.

Doa ini tidak membatasi jenis ilmu tertentu. Selama ilmu tersebut halal, membawa manfaat, dan digunakan untuk kemaslahatan umat, maka ia termasuk nikmat yang berasal dari Allah Ta’ala.

 

Ilmu kedokteran menyelamatkan nyawa. Ilmu pertanian menghasilkan pangan. Ilmu teknik membangun peradaban. Ilmu komunikasi menyebarkan kebaikan. Sedangkan ilmu syariat membimbing manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat. Semuanya berasal dari Allah sebagai yang Maha Mengetahui.

 

Tidak boleh mempertentangkan ilmu agama dengan ilmu umum. Yang membedakan hanyalah tujuan dan penggunaannya. Semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin besar rasa syukur, tawaduk, dan semakin dekat kepada Allah Ta’ala.

 

Allah berfirman di QS Fatir 28. Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama (orang-orang berilmu).

 

Ilmu yang benar melahirkan rasa takut kepada Allah dan mendorong seseorang untuk semakin taat kepada-Nya.

 

’’Mencari ilmu harus bersandar kepada Allah,’’ tegasnya. Akal anugerah yang luar biasa. Namun akal memiliki keterbatasan. Oleh sebab itu, seorang penuntut ilmu tidak boleh hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memohon pertolongan Allah agar diberi pemahaman.

 

Allah berfirman di QS Al-Isra 85. Tidaklah kalian diberi ilmu melainkan sedikit. ()

 

Rasulullah mengajarkan doa: Ya Allah, berilah manfaat kepadaku dengan ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku, ajarkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, dan tambahkanlah ilmuku.

 

Imam Malik pernah memberikan nasihat kepada Imam Syafi'i yang masih muda: Aku melihat Allah telah meletakkan cahaya di dalam hatimu. Maka janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan gelapnya kemaksiatan."

 

Keberhasilan mencari ilmu bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kebersihan hati, keikhlasan, dan kedekatan kepada Allah.

 

’’Lukman menyiapkan pondasi keimanan yang kuat kepada anaknya sebelum petualangan mencari ilmu dimulai,’’ ungkapnya. Sebagaimana diabadikan di QS Luqman 13.

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ’’'Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang sangat besar.’’

 

Ini mengajarkan, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan anak yang cerdas, tetapi harus melahirkan anak yang beriman. Ilmu tanpa iman dapat membawa kerusakan. Sedangkan iman tanpa ilmu akan lemah. Keduanya harus berjalan beriringan. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#binrohtal polres jombang #KH Achmad Cholili #Ilmu dalam Islam #MUI Jombang #kajian islam