Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tiga Amalan yang Pahalanya Tak Pernah Putus Setelah Meninggal, Ini Penjelasannya

Rojiful Mamduh • Rabu, 8 Juli 2026 | 06:13 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

 

Saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (3/7), H Saikhuddin dari Sumbermulyo, Jogoroto, menjelaskan amal istimewa. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada tiga amal yang terus mengalirkan pahala setelah kita meninggal dunia,’’ tuturnya.

 

Pertama sedekah jariyah. Sedekah yang manfaatnya terus berlangsung sehingga pahalanya terus mengalir kepada pelakunya. Contohnya membangun masjid, membangun pesantren, mewakafkan tanah dan membuat sumur. Juga menyediakan mushaf Alquran. Membantu pembangunan lembaga pendidikan Islam. Serta menanam pohon yang bermanfaat.

Hadis ini menjadi dalil besarnya keutamaan wakaf dan seluruh amal yang manfaatnya terus berlangsung setelah seseorang wafat.

Sahabat Utsman bin Affan radiyallahu anhu membeli Sumur Ruumah lalu mewakafkannya agar kaum muslimin dapat mengambil air secara gratis. Hingga kini wakaf tersebut masih dikenal sebagai salah satu contoh wakaf produktif yang manfaatnya terus dirasakan umat.

 

Kedua, ilmu yang bermanfaat. Contohnya mengajarkan Alquran kepada anak. Mendidik santri, menulis buku, menyampaikan nasihat serta mengajarkan zikir dan doa-doa harian.

Rasulullah bersabda: Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat.

Sufyan Ats-Tsauri berkata: Tidak ada amal yang lebih utama setelah perkara-perkara wajib daripada menyebarkan ilmu.

 

Selama kitab yang ditulis masih dibaca. Pengajiannya masih diperdengarkan, dan ilmu yang diajarkannya masih diamalkan. Selama itu pula pahala akan terus mengalir.

 

Ketiga, anak saleh yang mendoakan orang tuanya. Inilah investasi terbesar bagi orang tua. Anak bukan hanya menjadi penyejuk mata di dunia, tetapi juga dapat menjadi penyelamat kedua orang tuanya di akhirat melalui doa yang tulus.

 

Allah Ta’ala berfirman di QS Annisa 9: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka keturunan yang lemah yang mereka khawatir terhadapnya. Maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar.

 

Ayat ini menjadi pengingat agar setiap orang tua mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi yang kuat iman, ilmu dan akhlak.

 

Rasulullah bersabda; Didiklah anakmu tiga hal. Mencintai Nabi, mencintai keluarga Nabi dan membaca Alquran.

Harta tanpa iman mudah habis. Sebaliknya, iman akan menjaga harta, menjaga keluarga, bahkan menjaga kehidupan seseorang.

 

Sahabat Sa'id bin Al-Musayyib radiyallahu anhu berkata kepada putranya: Wahai anakku, sungguh aku memperbanyak salat demi dirimu, agar Allah memperbaiki keadaanmu.

 

Kemudian beliau membaca firman Allah Ta’ala QS Al-Kahfi 82; Dan ayah mereka adalah seorang yang saleh.

 

Para ulama menjelaskan bahwa kesalehan orang tua menjadi sebab Allah menjaga anak-anaknya, bahkan hingga beberapa generasi.

 

Allah juga mengajarkan doa anak untuk orang tua: Ya Tuhanku, kasihilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil (QS Al-Isra 24).

Mendoakan orang tua termasuk sebab rezeki luas. Nabi bersabda; Jika seorang hamba meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya, maka itu akan memutus rezeki anak tersebut di dunia.  (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Khutbah Jumat Jombang #amal jariyah #sedekah jariyah #doa anak saleh #ilmu bermanfaat