Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang: Empat Hal Ini Bisa Jadi Sumber Keselamatan Dalam Hidup

Rojiful Mamduh • Minggu, 21 Juni 2026 | 09:35 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Ampel 3 Gudo, H Ahmad Fauzi, menjelaskan sumber keselamatan.

Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (18/6), 

’’Empat hal ini perlu ditanamkan dalam diri agar hidup kita selamat,’’ tuturnya.

Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, Dosa Kecil Menjadi Besar

Ulama berkata; Siapa yang menjaga kejujuran, Allah akan memuliakannya. Siapa yang menjaga syukur, Allah akan menambah nikmatnya. Siapa yang menjaga rasa malu, Allah akan menjaganya dari dosa. Dan siapa yang memperbaiki akhlaknya, Allah akan mengangkat derajatnya.

Pertama jujur. Orang yang jujur akan dipercaya manusia dan dicintai Allah Ta’ala. Allah Ta'ala berfirman di QS At-Taubah 119. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.

Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, Keutamaan Hari Asyura

Alkisah, ketika tidak ikut dalam Perang Tabuk tanpa alasan yang syar'i, Ka'ab bin Malik radiyallahu 'anhu memilih berkata jujur kepada Rasulullah. Akibatnya dia tidak diajak bicara umat Islam selama 50 hari. Namun karena kejujurannya, Allah menurunkan ayat yang menerima tobatnya di QS At-Taubah 118.

Kejujuran memang kadang pahit di awal, tetapi manis di akhir.

Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu berkata: Kejujuran membawa ketenangan, sedangkan dusta membawa keresahan.

Kedua syukur, ini kunci agar nikmat awet dan bertambah.

Allah Ta'ala berfirman di QS Ibrahim 7. Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian.

Juga di QS Al-Baqarah 152. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian mengingkari nikmat-Ku. Serta QS Al A’raf 69. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah agar kamu beruntung.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Syukur menjaga nikmat yang ada dan mencari tambahan nikmat yang belum ada.

 Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, Momentum Hijrah dan Bertobat    

Ketika melihat singgasana Ratu Balqis berada di hadapannya, Nabi Sulaiman berkata: Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur (QS An-Naml 40).

Padahal beliau seorang raja besar, namun tidak sombong. Beliau justru semakin bersyukur.

Ketiga, malu berbuat maksiat. Rasa malu benteng yang menjaga manusia dari dosa. Jika rasa malu hilang, maka seseorang mudah melakukan apa saja tanpa mempedulikan halal dan haram.

Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, Muhasabah Diri  

Rasulullah bersabda: Malu bagian dari iman.

Abdullah bin Mas'ud radiyallahu 'anhu berkata: Malu yang sebenarnya kepada Allah, menjaga kepala dan apa yang dipikirkannya, menjaga perut dan apa yang masuk ke dalamnya, serta mengingat kematian dan kebinasaan.

Alkisah, seorang ahli ibadah diajak berbuat zina oleh seorang wanita cantik. Ketika pintu ditutup rapat dan tidak ada manusia yang melihat, ia berkata: ’’Tetapi Allah melihat.’’

Karena rasa malunya kepada Allah, ia meninggalkan maksiat tersebut dan Allah menjaganya dari fitnah.

Muhammad bin Sirin rahimahullah dikenal sangat menjaga pandangannya. Ketika ada wanita yang datang, beliau lebih banyak menundukkan kepala daripada memandang. Beliau berkata: ’’Aku lebih malu kepada Allah daripada malu kepada manusia.’’

Keempat, berakhlak baik. Akhlak yang baik timbangan amal yang paling berat pada hari kiamat.

Rasulullah bersabda: Orang yang paling aku cintai dan paling dekat denganku pada hari kiamat yang paling baik akhlaknya.

Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, Kematian Hadiah bagi Orang Mukmin  

Ibnu Mubarak rahimahullah berkata: Akhlak yang baik itu wajah yang berseri-seri, melakukan kebaikan, dan tidak menyakiti orang lain.

Uwais al-Qarani ketika disakiti orang tidak membalas keburukan dengan keburukan. Ketika ditanya mengapa, beliau menjawab: ’’Aku ingin bertemu Allah tanpa membawa permusuhan kepada hamba-Nya.’’ (jif/naz)

 

Editor : Achmad RW
#sumber keselamatan #polres jombang #Binrohtal