Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Muhasabah Diri  

Rojiful Mamduh • Rabu, 17 Juni 2026 | 07:42 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

 

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (15/6), Pengasuh PP Tahfidzul Quran Roudhotul As’adiyah, Semanding, Sumbermulyo, Jogoroto, , KH As'ad Nawawi Alhafiz, mengajak muhasabah atau introspeksi diri.

’’Tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah harus kita manfaatkan untuk muhasabah agar bisa memperbaiki diri sehingga tahun ini lebih baik dari kemarin,’’ tuturnya.

 

Pertama, evaluasi salat wajib dan sunah. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Amalan pertama yang dihisab dari seorang hamba pada Hari Kiamat adalah salat.

 

Muhasabah yang perlu dilakukan: Apakah salat lima waktu sudah tepat waktu? Apakah masih sering meninggalkan berjamaah? Apakah salat sunah seperti Tahajud, Duha, Witir, dan Rawatib sudah menjadi kebiasaan?

Imam Ahmad bin Hanbal tetap menjaga qiyamul lail hingga usia senja. Bahkan ketika sakit dan lemah, beliau tetap berusaha melaksanakan ibadah malam sesuai kemampuannya. Hal ini menunjukkan bahwa istiqamah lebih utama daripada semangat sesaat.

 

Evaluasi interaksi dengan Alquran. Pertanyaan muhasabah: Berapa halaman Alquran yang dibaca setiap hari? Berapa juz yang telah dikhatamkan selama setahun? Seberapa banyak ayat yang dipahami dan diamalkan?

Rasulullah bersabda; Bacalah (khatamkanlah) Alquran dalam tujuh hari dan jangan kurang dari itu.

 

Evaluasi dosa dan maksiat. Rasulullah bersabda: Setiap anak Adam pasti banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah mereka yang bertobat.

Muhasabah dosa meliputi: Dosa lisan. Dosa pandangan. Dosa dalam penggunaan media sosial. Hak-hak orang lain yang belum ditunaikan.

 

Fudhail bin 'Iyadh dulunya seorang perampok. Suatu malam ia mendengar firman Allah:

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah? (QS Al-Hadid 16).

Mendengar ayat tersebut, ia menangis dan bertobat hingga menjadi ulama besar.

 

Kedua, evaluasi hubungan sosial. Menyambung silaturahmi. Rasulullah bersabda: Barang siapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.

Muhasabah: Adakah keluarga yang belum disapa? Adakah sahabat yang tersakiti? Adakah tetangga yang haknya terabaikan?

Abdullah bin Mubarak sering mengirim bantuan kepada seorang Yahudi miskin yang menjadi tetangganya. Ketika beliau wafat, sang tetangga berkata, ’’Tidak ada orang yang lebih baik kepada kami selain dia.’’

Evaluasi zakat dan sedekah. Sedekah yang ikhlas dapat terus mengalir pahalanya walaupun pelakunya telah meninggal dunia.

Utsman bin Affan radiyallahu 'anhu membeli sumur Raumah dan mewakafkannya untuk kaum muslimin. Hingga sekarang manfaatnya masih dirasakan.

 

Muhasabah yang baik harus melahirkan perubahan. Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu berkata: Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab.

Tulislah target yang realistis: Khatam Alquran beberapa kali dalam setahun. Puasa suna setiap bulan. Sedekah harian. Menjaga salat berjamaah. Mengurangi penggunaan media sosial yang tidak bermanfaat.

 

Hasan Al-Bashri selalu menuliskan target ibadah dan mengawasi dirinya setiap hari. Beliau berkata: ’’Seorang mukmin adalah pengawas bagi dirinya sendiri.’’

Perubahan besar diawali dari langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah.

 

Untuk menyempurnakan muhasabah, perbanyak istighfar dan tobat. Rasulullah yang bersih dari dosa saja tiap hari beristighfar lebih dari 70 kali.

Muharram ini bulan yang istimewa. Rasulullah bersabda: Puasa yang paling utama setelah Ramadan puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Bahkan puasa Asyura tanggal 10 Muharram bisa menghapus dosa setahun. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#1 Muharram 1448 H #Muhasabah Diri #KH As'ad Nawawi #tahun baru islam #polres jombang