Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (11/6), pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, KH Miftahul Khoiri, menjelaskan amalan sebelum tidur. ’’Ada empat amalan berpahala besar yang dianjurkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam agar diamalkan sebelum tidur,’’ tuturnya.
Suatu ketika, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam berpesan kepada Sayyidah Aisyah radiyallahu 'anha. ’’Janganlah engkau tidur sebelum mengerjakan empat hal. Pertama, mengkhatamkan Alquran. Kedua, menjadikan para nabi sebagai pemberi syafaat bagimu. Ketiga, meminta rida dari semua kaum muslimin. Keempat, melaksanakan haji dan umrah.’’
Kemudian Aisyah menjawab: ’’Bagaimana aku bisa melakukan keempat hal tersebut dalam waktu singkat sebelum tidur?’’
Seraya tersenyum Rasulullah menjelaskan:
Pertama, apabila engkau membaca surat Al-Ikhlas tiga kali, maka seakan-akan engkau telah mengkhatamkan Alquran. Bismillahirrahmanirrahim. Qul huwallahu ahad - Allahussomad lam yalid walam yulad - walam yakun lahu kufuwan ahad (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Dzat yang menjadi tumpuan segala permohonan. Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada siapa pun yang sebanding dengan-Nya).
Kedua, apabila engkau bersalawat kepadaku dan kepada semua nabi-nabi, maka engkau sama dengan menjadikan kami sebagai pemberi syafaatmu. Caranya dengan membaca salawat; Allahummah salli ala Sayyidina Muhammad wa ala jamiil anbiya wal mursalin (Ya Allah, limpahkan rahmat kepada junjungan kami baginda Muhammad, semua nabi dan rasul). Ini dibaca tiga kali.
Ketiga, apabila engkau beristigfar untuk kaum muslimin, maka engkau telah menjadikan mereka rida kepadamu. Yakni dengan membaca; Allahummagfir li wa li walidayya wali jamiil muslimin wal muslimat wal mukminin wal mukminat al ahyai minhum wal amwat (Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, semua kaum muslim laki-laki dan perempuan, dan semua kaum mukmin laki-laki dan perempuan yang masih hidup maupun yang telah mati). Ini dibaca tiga kali.
Keempat, apabila engkau membaca tasbih seolah engkau telah melaksanakan haji dan umrah.
Yakni dengan membaca; Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar wala haula wala quwwata illa billahil aliyyil azim (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha besar, tidak ada daya menjalankan ketaatan dan tidak ada kemampuan menghindar dari kemaksiatan kecuali dengan pertolongan Allah yang maha tinggi dan agung). Ini dibaca sebanyak tujuh kali.
Dengan mengamalkan ini maka tidur kita bernilai ibadah yang pahalanya sangat besar. ’’Makanya dikatakan bahwa tidurnya orang alim lebih baik dibanding ibadahnya orang bodoh. Karena tidurnya orang alim pun dicatat berpahala besar jika mengamalkan empat hal di atas,’’ terangnya. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto