Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Ujian Jalan Menuju Kemuliaan

Rojiful Mamduh • Senin, 8 Juni 2026 | 07:48 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

 

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Selasa (2/6), Wakil Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Jombang, KH Asyharun Nur, menjelaskan pentingnya sabar menghadapi ujian. ’’Setiap orang pasti menghadapi ujian, karena itu harus diterima dengan sabar agar derajat kita mulia di sisi Allah Ta’ala,’’ tuturnya.

 

Allah Ta'ala berfirman di Surat Albaqarah ayat 155. Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

 

Allah juga berfirman di QS Al-'Ankabut 2; Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan 'Kami telah beriman' sementara mereka tidak diuji?

 

Dunia memang tempat ujian. Semua manusia pasti diuji.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang yang paling saleh setelah mereka.

 

Nabi Ayub 'alaihissalam diuji dengan penyakit yang berat, kehilangan harta dan anak-anaknya selama bertahun-tahun. Namun beliau tetap berkata: Sungguh aku telah ditimpa kesusahan dan Engkau Yang Maha Penyayang (QS Al-Anbiya' 83).

 

Karena kesabarannya, Allah mengembalikan kesehatan, keluarga, dan hartanya.

 

Allah Ta’ala menyebutkan lima bentuk ujian. Pertama ketakutan. Takut kehilangan pekerjaan, takut masa depan, takut musuh, takut gagal.

 

Allah berfirman: Janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian beriman (QS Ali Imran: 175).

Kedua kelaparan, kekurangan makanan atau kesulitan ekonomi.

Ketiga kekurangan harta, kerugian usaha, kehilangan pekerjaan, atau bangkrut.

Keempat kekurangan jiwa, kematian orang tua, pasangan, anak, atau kerabat.

Kelima kekurangan buah-buahan, gagal panen, usaha tidak berkembang, hasil kerja tidak sesuai harapan.

 

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Jangan membenci musibah yang datang kepadamu. Boleh jadi keselamatanmu berada di dalamnya.

 

Ketika terjadi paceklik pada masa Khalifah Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu, beliau ikut merasakan penderitaan rakyat. Beliau tidak mau makan daging dan makanan enak hingga keadaan rakyat membaik.

Perut Umar sampai berbunyi karena lapar. Beliau berkata kepada perutnya: ’’Berbunyi atau tidak, engkau tidak akan mendapat makanan yang lebih baik sampai kaum muslimin kenyang.’’

Inilah teladan sabar menghadapi ujian.

 

 Ujian yang datang hanyalah "sedikit". Sebagaimana disebutkan di ayat di atas yang menggunakan kata ”min” maknanya dengan sedikit. Musibah yang Allah berikan kepada hamba sebenarnya hanya sebagian kecil dibanding nikmat-Nya yang sangat banyak.

Nabi Ayub bahkan masih bersyukur diberi sakit 17 tahun karena sebelumnya sehat selama 80 tahun.

 

Alkisah, seorang ulama salaf kehilangan hartanya karena kebakaran. Beliau berkata: ’’Segala puji bagi Allah yang masih menyisakan iman dalam hatiku.’’

 

Beliau lebih melihat nikmat yang tersisa daripada musibah yang menimpa.

Orang sabar diberi pahala tanpa batas. Sebagaimana disebutkan di QS Az-Zumar 10.

Rasulullah bersabda: Tidak ada karunia yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran. Alkisah, ketika putra Imam Ahmad bin Hanbal wafat, beliau tetap memuji Allah dan bersabar. Padahal beliau sangat mencintai anaknya.

Musibah menghapus dosa. Rasulullah bersabda: Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, sakit, kesedihan, gangguan, kegundahan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah menghapus dosa-dosanya. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal