Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Kurban, Haji dan Muhasabah

Rojiful Mamduh • Minggu, 7 Juni 2026 | 19:12 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

Saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (5/6), Pembina Ponpes Yatim Dr H Moeldoko, Perak, Jombang, Ustad Bima Imansyah, menjelaskan pentingnya muhasabah.

’’Kita harus muhasabah agar dalam setiap waktu iman dan amal saleh kita meningkat,’’ tuturnya.

Baru saja umat Islam melaksanakan syariat meneladani Nabi Ibrahim alaihissalam dan Nabi Ismail alaihissalam. Yakni ibadah kurban dan haji.


Kedua ibadah ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan madrasah kehidupan yang penuh dengan pelajaran berharga bagi setiap muslim. Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, telah memberikan teladan luar biasa tentang ketaatan, kesabaran, keikhlasan, pengorbanan, dan kepasrahan kepada Allah  Ta’ala. Dari kisah mereka, kita belajar menempatkan cinta kepada Allah di atas segala-galanya.

 

Kurban mengajarkan, tidak semua yang kita cintai harus kita miliki selamanya. Terkadang, Allah menguji kita dengan sesuatu yang paling kita sayangi untuk melihat kadar keimanan dan ketulusan kita.

 

Allah berfirman: Kamu sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai (QS Ali Imran 92).

Ketika ayat di atas turun, sahabat Abu Thalhah radiyallahu 'anhu segera menyerahkan kebun terbaiknya yang bernama Bairuha untuk kepentingan Islam. Padahal kebun itu harta yang paling dicintainya.

 

Pelajaran terbesar dari kurban, menyadari semua yang kita miliki hanyalah amanah dari Allah Ta’ala. Rumah, kendaraan, jabatan, bahkan keluarga yang kita cintai titipan yang suatu saat bisa diambil kembali oleh pemiliknya.

Ketika sahabat Abdurrahman bin Auf hijrah ke Madinah, beliau meninggalkan hampir seluruh hartanya di Makkah. Namun karena keyakinannya kepada Allah, beliau kembali menjadi saudagar sukses dan tetap dikenal sebagai orang yang sangat dermawan. Bahkan suatu ketika beliau menyedekahkan ratusan ekor unta beserta seluruh muatannya untuk kaum muslimin.

 

Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhu berkata: Harta yang engkau simpan belum tentu milikmu, sedangkan harta yang engkau sedekahkan itulah yang benar-benar menjadi milikmu.

Rasulullah bersabda; Anak Adam berkata: 'Hartaku, hartaku.' Padahal wahai anak Adam, tidaklah hartamu itu benar-benar menjadi milikmu kecuali apa yang engkau makan lalu habis, atau yang engkau pakai lalu usang, atau yang engkau sedekahkan lalu engkau simpan (pahalanya untuk akhirat).

 

Sebentar lagi kita memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah yang sering disebut masyarakat Jawa sebagai bulan Suro. Hendaknya ini menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

 

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Hasyr 18. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.

 

Ayat ini menjadi dasar pentingnya muhasabah atau introspeksi diri. Khalifah Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu berkata: Seandainya seekor hewan tunggangan tersandung di Irak, sungguh aku khawatir Allah akan menanyai aku tentangnya: ’’Mengapa engkau tidak meratakan jalan untuknya, wahai Umar?’’

 

Khalifah Umar bin Abdul Aziz setiap malam sering menangis setelah mengevaluasi amanah yang dipikulnya. Beliau khawatir jika masih ada rakyat yang belum mendapatkan haknya. Kebiasaan muhasabah inilah yang menjadikan pemerintahannya dikenang sebagai salah satu masa paling adil dalam sejarah Islam.

 

Tahun baru Islam bukan sekadar pergantian angka, melainkan momentum perubahan menuju kebaikan. Rasulullah bersabda; Barang siapa hari ini lebih baik daripada kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.

(jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Muhasabah Islam #Hikmah Kurban dan Haji #Ustaz Bima Imansyah #Tahun Baru Islam Muharram #Khutbah Jumat Jombang