Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Islam Mengajarkan Dermawan

Rojiful Mamduh • Kamis, 28 Mei 2026 | 11:37 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

 

 

Saat khotbah Idul Adha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (27/5), Ustad Addin Mustaqim Alhafiz dari PP Al Amanah, Ngledok, Desa Mojokrapak, Tembelang, menjelaskan hikmah kurban. ’’Perintah kurban ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan dermawan,’’ tuturnya.

 

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang dermawan dekat dengan manusia, dekat dengan Allah, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Sebaliknya, orang pelit jauh dari manusia, jauh dari Allah, jauh dari surga dan dekat dengan neraka.

 

’’Idul Adha merupakan peringatan tentang kesabaran paling tinggi. Saat ketaatan pada perintah Allah Ta’ala harus dibayar dengan rela mengorbankan hal yang paling dicintai,’’ urainya.

 

Nabi Ibrahim alaihissalam sangat dermawan. Suatu ketika, beliau menyembelih 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta karena Allah Ta’ala. Hingga para malaikat pun takjub. Nabi Ibrahim berkata; ’’Segala sesuatu yang aku kurbankan ini belum ada apa-apanya demi cintaku kepada Allah. Bahkan, jika aku memiliki seorang anak laki-laki, aku tidak akan ragu untuk menyembelihnya jika itu perintah Allah.’’

 

Setiap kata yang terucap akan menjelma. Bertahun-tahun kemudian, Allah mengabulkan doanya dengan mengaruniakan seorang anak yang sangat dinanti-nantikan, Ismail alaihissalam.

Saat cinta kebapakan sedang mekar-mekarnya, ujian terberat itu datang. Allah menagih janji Nabi Ibrahim. Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail. Disembelih oleh tangannya sendiri, di hadapan matanya, dan dengan kesadaran penuh sebagai bentuk patuh pada perintahNya. Dialog luar biasa antara ayah dan anak ini diabadikan di Surat Assaffat 102.

Keduanya sabar dan taat melaksanakan perintah Allah. Ini karena sejak belum punya anak, Nabi Ibrahim berdoa; Ya Allah berilah anak yang saleh.

Anak saleh merupakan pemberian yang utama melebihi pemberian lainnya.  Syekh Mutawalli As-Sya'roi dawuh, rezeki terbagi empat tingkat. Yang terendah  harta. Yang tinggi rezeki kesehatan. Yang paling utama anak saleh. Yang paling sempurna rida Allah.

 

Kiat Nabi Ibrahim memiliki anak saleh, menempatkan Ismail ditempat yang baik yakni dekat Kakbah. Selalu mengutamakan salat. Serta memberikan rezeki yang halal.

 

Sebagai orang tua, kita bagus memikirkan kesejahteraan anak-anak. Karena itu berguna untuk berkelangsungan hidup. Dan kenyataannya memang banyak anak yang hidup kesusahan karena tak dipikirkan oleh orang tuanya tentang kesejahteraan hidupnya.

 

Di sisi lain, banyak orang tua sibuk mikir kesejahteraan anaknya hingga lupa pendidikan agama anak-anaknya. Tidak mikir bagaimana anak baca Alquran. Bagaimana anak salat.

Bagaimana anak puasa dan lainnya.

 

Momen Idul Adha ini, kita perlu meneladani Nabi Ibrahim dalam mendidik anak. Pendidikan agama harus kita utamakan, baru kesejahteraan.

Diuji sulit ekonomi memang membuat kita susah. Akan tetapi diuji anak tidak saleh, itu lebih susah dan membuat gelisah.

’’Mudah-mudahan dengan meneladani Nabi Ibrahim di bulan Dzulhijjah ini, anak turun kita dijadikan oleh Allah Ta’ala sebagai anak turun yang saleh salehah,’’ ungkapnya. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Idul Adha Jombang #Hikmah Kurban #Khotbah Idul Adha #Ustad Addin #polres jombang