
RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, tentang pentingnya benar menghadapi masalah agar menjadi dewasa.
’’Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu,’’ katanya mengutip 1 Korintus 13:11.
Tidak ada manusia yang hidup dan tidak menghadapi masalah. Namun bila kita tahu bagaimana bersikap, maka masalah apa pun yang sedang kita alami pasti mendatangkan kebaikan.
Baca Juga: Renungan 295, Pandang Saja Tuhan Bukan Pandang Masalah
Hal ini terjadi jika kita mampu melihat dan memandangnya dari sudut pandang yang benar.
Jika kita mampu merespons-nya dengan sikap hati yang benar, maka sebesar apa pun masalah yang kita alami saat ini pasti ada pelajaran berharga yang kita dapatkan.
Percayalah bahwa hal-hal yang baik pasti terjadi dalam hidup kita, jika kita menyikapi masalah sebagai proses pendewasaan iman dan pembelajaran hidup.
Baca Juga: Renungan 294, Bukan Hanya Melakukan Kesetiaan, Tetapi Mencintai Kesetiaan
Tak perlu kita takut, kecewa dan marah kepada Tuhan jika sedang berada dalam masalah.
Jika Tuhan ijinkan masalah kita alami, percayalah Tuhan pasti memberikan jalan keluar yang terbaik untuk kita. Seperti dikatakan di Mazmur 124:7 :
"Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput!"
Tak banyak orang Kristen mampu menyikapi masalah dari sudut pandang yang benar, seperti Daud ketika menghadapi masalah.
Kebanyakan kita memberikan respons negatif terhadap masalah yang kita alami.
Ada masalah sedikit saja sudah langsung mengeluh, mengomel, bersungut-sungut, marah, tak mau dinasihati, tak mau ditegur, lalu malas ke gereja dan meninggalkan pelayanan.
Baca Juga: Renungan 293: Ketekunan Kunci Meraih Janji Tuhan
Bukankah ini menunjukkan bahwa kita ini masih berlaku seperti kanak-kanak alias tidak dewasa rohani.
Menjadi tua secara fisik adalah pasti bagi semua orang, tetapi menjadi dewasa rohani itu akibat kita mau berproses, salah satu prosesnya adalah melalui masalah.
Melalui masalah sesungguhnya Tuhan sedang menggiring kita untuk mendekat kepada-Nya.
Baca Juga: Renungan 292: Merespons Janji Tuhan yang Pasti dengan Ketaatan
Kalau mau jujur, tidak sedikit orang yang baru ngotot pergi ke gereja karena mereka sedang mengalami pergumulan hidup (masalah) yang berat.
Dari situlah kita sadar bahwa sesungguhnya kekuatan dan kemampuan kita sangat terbatas, karena itu kita membutuhkan Tuhan dalam hidup ini.
Melalui masalah, kita diajar bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan belajar memegang teguh janji firman Tuhan!
Janji manusia mudah sekali tidak ditepati dan meleset, tapi janji Tuhan adalah ya dan amin! "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Matius 24:35).
’’Jangan terpaku pada masalah atau situasi, sebab hidup kita ini adalah karena percaya. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Achmad RW