Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Ikut Gembira dengan Orang Haji

Rojiful Mamduh • Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:44 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

 

Saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (20/5), HM Adib Zamzawi dari Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Paculgowang, Diwek, memberi resep agar cepat berangkat haji.

’’Jangan iri karena belum mendapat kesempatan berhaji. Agar cepat naik haji ikutlah gembira dengan orang yang haji,’’ tuturnya.

 

Allah Ta’ala berfirman di Surat An-Nisa’ 32; Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidak akan berkumpul dalam hati seorang hamba antara iman dan hasad (dengki).

 

Ketika melihat orang lain mendapat kesempatan berhaji, sejatinya kita sedang melihat karunia Allah yang nyata. Orang yang hatinya bersih akan ikut senang melihat saudaranya memperoleh nikmat.

 

Alkisah, ada seorang fakir yang menangis saat melihat rombongan haji berangkat. Orang-orang mengira ia iri karena tidak mampu berhaji. Ternyata ia berkata: ’’Aku menangis karena bahagia melihat begitu banyak tamu Allah dipanggil menuju Baitullah.’’

Maka seorang ulama berkata, ’’Hati seperti ini lebih dekat kepada keselamatan daripada hati yang dipenuhi iri.’’

 

Rasulullah bersabda: Allah senantiasa menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.

Tidak semua orang mampu pergi ke Tanah Suci. Akan tetapi, Allah Maha Luas rahmat-Nya. Orang yang membantu keberangkatan haji, memberi sangu, membantu kebutuhan keluarga jamaah, atau memudahkan urusan mereka juga memperoleh pahala.

’’Memberi sangu kepada orang yang berangkat haji akan mendapat pahala haji sebesar sangu yang diberikan,’’ paparnya. Hartanya haji duluan sebelum orangnya, sehingga pasti segera nyusul.

 

Ada orang yang selalu mencela tetangganya karena berkali-kali bisa berhaji. Ia berkata, ’’Mengapa dia terus yang dipanggil Allah?’’

 

Seorang ulama menasihatinya: ’’Barangkali engkau belum dipanggil karena hatimu sibuk melihat nikmat orang lain, bukan sibuk memperbaiki dirimu sendiri.’’

 

Sejak itu orang tersebut bertobat, rajin mendoakan saudaranya, dan beberapa tahun kemudian Allah benar-benar memudahkannya berhaji.

 

Rasulullah bersabda: Barang siapa meminta kepada Allah mati syahid dengan tulus, maka Allah akan menyampaikannya pada derajat syuhada walaupun ia meninggal di atas tempat tidurnya.

Hadis ini menunjukkan bahwa niat tulus dapat mengangkat derajat seseorang meski belum mampu melakukan amal yang diinginkan.

 

Dikisahkan oleh Rabi'ah Al-Adawiyah, ada seorang perempuan tua yang setiap hari menabung sedikit demi sedikit untuk haji. Ketika uangnya hampir cukup, tetangganya mengalami musibah kelaparan. Ia pun memberikan seluruh tabungannya kepada tetangganya.

Malam itu ia bermimpi mendengar seruan: ’’Hajimu telah diterima sebelum engkau sampai ke Kakbah.’’

 

Hati yang bersih akan mudah mengucapkan: ’’Alhamdulillah, semoga hajinya mabrur.’’

 

Kita belum mampu berhaji tahun ini. Tetapi karena doa tulus kepada saudara kita, Allah membuka jalan rezeki dan memanggil kita ke Baitullah pada waktu yang terbaik. Rasulullah bersabda: Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.

 

Maka, saat melihat saudara kita berangkat haji, jangan sibuk berkata, ’’Mengapa bukan aku?” Tetapi katakanlah: ’’Ya Allah, berkahilah hajinya, jadikan hajinya mabrur, dan suatu saat panggillah aku juga menjadi tamu-Mu.’’

 

Karena hati yang ikut bahagia atas nikmat orang lain adalah hati yang dekat dengan rahmat Allah Ta’ala. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#binrohtal polres jombang #haji mabrur #tips cepat naik haji #keutamaan ibadah haji #motivasi haji islam