Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (11/5), H Abd Ghoffar dari Pondok Pesantren Sunan Ampel Denanyar menjelaskan perkara paling utama. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Dua perkara yang tidak ada sesuatu lebih utama darinya: Iman kepada Allah dan memberi manfaat kepada kaum muslimin,’’ tuturnya.
Pertama, iman kepada Allah Ta’ala. Iman merupakan nikmat paling besar. Allah Ta’ala berfirman di Surat Fussilat 30.
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ’’Tuhan kami adalah Allah,’’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata; Janganlah kamu merasa takut dan jangan bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.
Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Jika seluruh dunia dijadikan emas lalu diberikan kepadaku, itu tidak sebanding dengan nikmat iman yang Allah berikan.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: Di dunia ada surga. Barang siapa tidak memasukinya, ia tidak akan masuk surga akhirat. Surga itu mengenal Allah dan manisnya iman.
Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad juga berkata: Nikmat terbesar bukan sehat, bukan harta, tetapi ketika Allah menjaga imanmu sampai mati.
Dengan iman, hidup menjadi terarah. Tanpa iman, amal sebesar apa pun akan kehilangan nilai di sisi Allah Ta’ala.
Iman bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi keyakinan yang melahirkan ketakwaan, keikhlasan, dan akhlak mulia. Orang yang beriman akan takut menyakiti sesama. Ringan membantu orang lain. Serta yakin bahwa semua amal akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu berkata: Iman itu tampak melalui kelembutan hati dan banyaknya manfaat bagi manusia.
Kedua, bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah bersabda: Sebaik-baik manusia yang paling bermanfaat bagi manusia.
Manfaat itu bisa diberikan dengan lisan melalui ilmu dan nasihat. Dengan harta melalui sedekah. Dengan tenaga melalui bantuan dan pelayanan. Bahkan dengan kekuasaan melalui keadilan dan perlindungan terhadap rakyat.
Allah Ta’ala berfirman di Surat Al-Baqarah 195. Berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.
Orang yang hidup hanya untuk dirinya sendiri akan cepat dilupakan. Tetapi orang yang hidupnya memberi manfaat akan selalu dikenang dan didoakan.
Di antara manfaat terbesar, mengajarkan ilmu dan memberi nasihat yang baik. Satu kalimat yang mengingatkan orang kepada Allah bisa menjadi sebab hidayah dan pahala yang terus mengalir.
Rasulullah bersabda: Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.
Karena itu para ulama terdahulu sangat menjaga lisannya. Mereka takut menyakiti hati manusia, tetapi semangat menebarkan ilmu dan nasihat.
Imam Syafi’i berkata: Jika engkau mampu menasihati saudaramu secara sembunyi-sembunyi, itulah nasihat yang indah.
Setiap orang bisa menjadi manusia bermanfaat. Ada yang membantu dengan tenaga, ada yang membantu dengan harta, ada pula yang membantu dengan doa dan perhatian.
Rasulullah bersabda: Lindungilah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan separuh kurma.
Bahkan menyingkirkan duri dari jalan termasuk sedekah.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani rahimahullah berkata: Jadilah seperti pohon; dilempari batu tetapi membalas dengan buah.
(jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto