Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, 4 Golongan Masuk Surga Tanpa Hisab    

Rojiful Mamduh • Minggu, 10 Mei 2026 | 05:38 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

Saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (6/5),

Pengasuh PP Roudlotul Tahfidzil Qur'an 2 Ngemplak, Desa Pagerwojo, sekaligus Ketua MWCNU Kecamatan Perak, KH Nur Roihan Alhafiz, menjelaskan golongan yang masuk surga tanpa hisab.

’’Ada empat golongan yang masuk surga tanpa hisab,’’ tuturnya.

Pertama orang alim. ’’Orang alim itu punya ilmu dan diamalkan,’’ terangnya.

 

Alim terdiri dari tiga huruf. Huruf ain yang berarti illiyyin atau luhur budi pekertinya. Huruf lam yang berarti latif alias lembut perangainya. Huruf mim yang berarti mulkan atau derajat yang mulia di sisi Allah Ta’ala.

 

Golongan kedua  yang masuk surga tanpa hisab yakni haji mabrur. ’’Tanda haji mabrur itu membawa dampak terbaik,’’ ungkapnya. Pulang haji semakin bertakwa. Tidak menumpuk dosa. Kata-katanya indah dan dermawan. Menebar kedamaian dan berbagi kesejahteraan.

 

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam ditanya; Apakah tanda haji mabrur?

Beliau menjawab; Suka memberi makan dan berkata yang baik.

 

’’Biaya haji pasti diganti oleh Allah Ta’ala,’’ ucapnya. Gus Nur lalu cerita Mbah Muhtar santrinya KH Hamim Tohari Djazuli (Gus Mik) Kediri.

Mbah Muhtar ini haji dengan menjual rumah. Pulang haji akan tinggal di mana dia pasrah. Dia rela menjual rumah demi bisa melaksanakan haji.

Selama di tanah suci, dia memakai payung. Tiba-tiba payungnya dibeli orang. Dia beli payung lagi, dibeli orang lagi. Berulang kali dia beli payung dan selalu dibeli orang. Padahal dia tidak niat berjualan. Dia juga tidak tahu siapa orang-orang yang membeli payungnya.

 

’’Begitu pulang haji, uang yang terkumpul ternyata bisa digunakan membeli rumah yang lebih bagus,’’ ungkapnya.

 

Gus Nur sendiri cerita berangkat haji pada 2006. Saat itu dia hanya punya uang Rp 3 juta. Sisanya utang agar berangkat haji. ’’Pulang haji bisa kembalikan utang. Bisa beli sawah untuk makan santri. Serta bangun pondok sampai sekarang tidak berhenti,’’ urainya.

 

Golongan ketiga yang masuk surga tanpa hisab yakni orang yang mati syahid. Mati syahid bukan hanya di medan perang membela agama Islam.

Rasulullah bertanya kepada sahabat; Apa yang kalian tahu tentang orang-orang yang gugur sebagai syahid?

Sahabat menjawab; Ya mereka yang gugur di jalan Allah. Rasulullah lalu menjelaskan; Mati syahid ada tujuh jenis selain gugur di jalan Allah: 1. Korban meninggal karena wabah tha’un. 2. Korban meninggal karena sakit perut. 3. Korban tenggelam. 4. Korban meninggal tertimpa reruntuhan. 5. Korban meninggal karena radang selaput dada. 6. Korban meninggal terbakar. 7. Wanita meninggal karena hamil atau melahirkan.

 

Golongan keempat yang masuk surga tanpa hisab yakni orang kaya yang dermawan. Nabi bersabda; Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. 

 Sedangkan orang pelit jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga, dan dekat dengan neraka. (jif/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#masuk surga #polres jombang #Binrohtal