Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (6/5), Rois Syuriyah MWCNU Ploso sekaligus Ketua MUI Ploso, KH Ainul Yaqin, menjelaskan pentingnya sedekah.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sedekah tidak mengurangi harta. Tapi justru menambah harta dan menambah harta,’’ tuturnya.
Beliau lalu cerita kala perang Tabuk. Rasulullah meminta para sahabat untuk berinfak demi membekali pasukan yang disebut Jaisyul Usrah (Pasukan Kesulitan).
Sahabat Abdurrahman bin Auf radiyallahu anhu datang membawa 200 uqiyah emas (Rp 17,72 miliar). Separuh dari total kekayaannya saat itu.
Pulang dari perang, banyak petani kurma di Madinah yang mendapati hasil panen mereka membusuk karena ditinggal berperang. Kurma tersebut tidak laku dijual dan para petani terancam bangkrut. Mendengar keluhan tersebut, Abdurrahman bin Auf mengumumkan:Aku akan membeli seluruh kurma busuk kalian dengan harga kurma yang bagus!
Para petani Madinah pun bersukacita. Secara logika manusia, Abdurrahman bin Auf rugi besar. Namun, tak lama kemudian, datanglah utusan dari Yaman yang mencari kurma busuk untuk dijadikan obat bagi wabah penyakit yang sedang melanda negeri mereka. Mereka membeli seluruh kurma busuk itu dari Abdurrahman bin Auf dengan harga dua kali lipat harga kurma normal.
Ini bukti firman Allah Ta’ala di Surah Al-Baqarah ayat 261: Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Nabi berdoa khusus untuk Abdurrahman bin Auf yang membuatnya sangat diberkati: Semoga Allah memberkahimu pada apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberkahimu pada apa yang engkau simpan.
Ini membuktikan bahwa ketika kita memudahkan urusan makhluk-Nya di bumi, maka Sang Pencipta di langit akan memudahkan urusan kita dengan cara yang tak terduga.
Rasulullah bersabda; Allah selalu menyertai seorang hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya. Saat kita sedang sibuk memikirkan solusi bagi orang lain, di saat yang sama Allah sedang bekerja mengatur urusan kita.
Rasulullah juga bersabda; Sayangilah makhluk yang ada di bumi, maka yang ada di langit (Allah dan para malaikat) akan menyayangimu." Memudahkan urusan orang lain adalah bentuk nyata dari kasih sayang (rahmah). Ketika kita membuka jalan bagi makhluk di bumi, Allah memerintahkan penghuni langit untuk membuka jalan kemudahan bagi kita. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto