Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan 293: Ketekunan Kunci Meraih Janji Tuhan

Rojiful Mamduh • Minggu, 26 April 2026 | 12:17 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya ketekunan sebagai kunci meraih janji Tuhan.

’’Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun,’’ tuturnya mengutip Yakobus 1:4.

Kata ’’tekun’’ atau ’’ketekunan’’ dapat diartikan sebagai ketetapan hati yang kuat. Ketetapan hati yang kuat (teguh) untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan tugas apa pun. Tekun juga berarti fokus, konsisten dan tidak mudah putus asa terhadap apa yang sedang dikerjakannya.

Baca Juga: Renungan 292: Merespons Janji Tuhan yang Pasti dengan Ketaatan

Orang-orang yang memiliki ketekunan melakukan tugas dan pekerjaannya pastilah akan berhasil dengan baik. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan saja untuk meraih kesuksesan atau keberhasilan.

Siapa mau bertekun pastilah nantinya akan menuai hasilnya. Maksudnya, ketekunan menjadi kunci untuk meraih kesuksesan atau keberhasilan. Alkitab mencatat: Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu (Ibrani 10:36).

Ada begitu banyak anak-anak Tuhan yang tidak memperoleh janji Tuhan. Tidak memperoleh kemenangan dan pemulihan karena mereka tidak memiliki ketekunan.

Baca Juga: Renungan Minggu 289: Sabar Menanti Pertolongan dengan Iman

Dalam melayani Tuhan, ketika ada masalah sedikit, lalu memilih untuk mundur dari pelayanan atau keluar dari pelayanan.

Dalam bekerja, ketika ada masalah sedikit di pekerjaan lalu memilih untuk mengundurkan diri atau keluar dari tempat bekerja.

Ketika sudah berdoa dalam jangka waktu yang mungkin agak lama akhirnya berhenti berdoa karena belum dijawab doanya. Seringkali kita kurang tekun dan sabar menanti jawaban doa.

Kita coba kembali mengingat kisah dari beberapa tokoh iman yang tertulis di dalam Alkitab:

Abraham sekalipun tidak ada dasar untuk berharap pada apa yang Allah janjikan, namun tetap berharap. Meskipun harus menanti selama 25 tahun dia tetap tekun menantikan seorang anak yang Tuhan janjikan.

Di umur yang sudah tua, akhirnya Ishak, anak yang telah dijanjikan Allah itu lahir. Karena iman, Abraham menanti yang dijanjikan Tuhan dengan tekun, sampai pada akhirnya janji itu digenapi.

Baca Juga: Renungan 291: Takut akan Tuhan Menjamin Masa Depan Kita  

Nuh yang telah merespons perintah Tuhan untuk membuat bahtera. Nuh dengan tekun tetap mengerjakan pembuatan bahtera selama 120 tahun walaupun banyak orang sudah mengolok-oloknya, mencemooh, dan bahkan menganggap ia gila.

Abraham dan Nuh, mereka adalah orang-orang yang memiliki ketekunan, dan mereka telah menerima janji Allah.

Kesuksesan atau keberhasilan bahkan untuk menerima dan mengalami setiap janji Tuhan, tidak terjadi begitu saja.

Baca Juga: Renungan Minggu 290: Kebangkitan Yesus Membangkitkan Harapan Baru

Melainkan harus dibangun dengan doa, kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan. Jadilah anak-anak Tuhan yang kuat dan miliki ketekunan.

’’Apapun yang Tuhan percayakan dalam hidup kita saat ini, tekunlah untuk mengerjakannya dan menyelesaikannya. Tetap semangat dan teruslah bertekun dalam segala hal. Tuhan Yesus memberkati,’’ ungkapnya. (jif/naz)

Editor : Achmad RW
#janji tuhan #GPdI House of Prayer Sawahan #ketekunan #Renungan Minggu #kunci