Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang: Islam Memuliakan Perempuan    

Rojiful Mamduh • Rabu, 22 April 2026 | 08:52 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Selasa (21/4), Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jombang, KH Agung Bahroni, mengajak mengambil pelajaran dari peringatan Hari Kartini.

’’Peringatan Hari Kartini menunjukkan penghargaan terhadap perempuan. Islam sendiri sejak 1400 tahun lalu sudah mengangkat derajat perempuan,’’ tuturnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Perempuan adalah tiang negara, apabila baik perempuannya maka baiklah negaranya, dan apabila rusak perempuannya maka rusaklah negaranya.

Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari rahim dan didikan seorang ibu, lahir generasi yang menentukan arah masa depan umat.

Anak perempuan harus diberi pendidikan yang setara dengan pria. Rasulullah bersabda; Orang tua yang punya tiga anak perempuan kemudian diberi pendidikan yang baik maka akan masuk surga.

Sahabat pertanya; Bagaimana jika hanya punya dua anak perempuan? Nabi menjawab; Ya, sama. Orang tuanya akan masuk surga jika dua anak perempuan itu diberi pendidikan yang baik.

 Nabi bersabda; Akan datang zaman ketika wanita melampaui batas, pemuda menjadi fasik, amar ma’ruf nahi munkar ditinggalkan, hingga yang ma’ruf dianggap mungkar dan yang mungkar dianggap baik. Bahkan manusia justru mengajak kepada kemungkaran.

Ini menjadi peringatan bahwa kerusakan moral perempuan dan generasi muda akan berdampak langsung pada rusaknya masyarakat dan negara.

Imam Al-Ghazali berkata: Anak adalah amanah. Hatinya bersih, dan orang tuanyalah yang membentuknya.

Dikisahkan seorang ibu di zaman tabi’in selalu membangunkan anaknya di malam hari untuk salat tahajud. Sang anak kelak menjadi ulama besar yang disegani. Ketika ditanya rahasianya, ia menjawab: ’’Itu karena ibuku tidak pernah lelah membimbingku sejak kecil.’’

Negara yang kuat lahir dari rumah yang kuat, dan rumah yang kuat lahir dari perempuan yang kuat iman dan akhlaknya.

Ibu adalah madrasah pertama. Ulama berkata: Ibu adalah madrasah; jika engkau mempersiapkannya, maka engkau telah menyiapkan generasi yang unggul.

Peran ibu sangat ditekankan, bahkan disebutkan secara khusus karena besarnya pengorbanan dan pengaruhnya.

Ketika ada sahabat bertanya kepada siapa harus berbakti, Nabi menjawab; Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu.

Ini menunjukkan bahwa ibu memiliki kedudukan tiga kali lebih utama dalam hal perhatian dan bakti. Karena perannya yang luar biasa dalam membentuk anak.

Abdullah bin Abbas dikenal sebagai turjumanul Quran alias ahli tafsir Quran. Kecerdasannya tidak lepas dari doa dan didikan ibunya sejak kecil.

Ibunda Imam Syafi’i sangat menjaga pendidikan beliau sejak kecil, bahkan rela pindah tempat demi lingkungan yang baik. Hasilnya, Imam Syafi’i hafal Quran di usia tujuh tahun.

Serta menjadi ulama besar yang ilmunya menyinari dunia Islam hingga hari ini. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal