Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Bangkrut Berat    

Rojiful Mamduh • Selasa, 21 April 2026 | 07:57 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

Saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (11/4), Sekretaris MWCNU Kecamatan Jombang, Dr H Abd Basid, menjelaskan orang yang bangkrut berat.

 ’’Semua kewajiban terhadap sesama manusia harus diselesaikan agar tidak bengkrut berat di akhirat,’’ tuturnya.

Jika salah, kita harus minta maaf. Jika berutang, harus dibayar. Jika mencuri atau menghilangkan, maka harus diganti.

Jika menzalimi maka harus minta maaf. Jika merugikan maka harus diganti. Jika tidak selesai di dunia, maka semua itu harus dipertanggungjawabkan di akhirat.  

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat;  Tahukah kalian, Siapakah orang yang mengalami bangkrut berat?

 Para sahabat menjawab; Orang yang bangkrut adalah mereka yang tidak memiliki apa-apa. Serta mereka yang terus menerus rugi usahanya.

Nabi lalu menjelaskan; Yang disebut sahabat itu  baru tergolong bangkrut biasa, bukan bangkrut berat.

Nabi menjelaskan: Orang yang menderita bangkrut berat dari umatku adalah orang yang dibangkitkan di hari akhir dengan membanggakan amal ibadahnya yang banyak.

Ia datang dengan membawa pahala salatnya yang besar. Pahala puasa, pahala zakat, sedekah, amal dan sebagainya.

 Tetapi kemudian datang pula menyertai orang itu, orang yang dulu pernah dicaci maki, pernah dituduh berbuat jahat. Orang yang hartanya pernah dimakan olehnya. Juga orang yang pernah ditumpahkan darahnya.

Orang-orang yang pernah dianiaya itu menuntut. Maka diambillah pahala orang itu untuk menutup kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya ketika hidup di dunia.

Demikian banyaknya kesalahan dan dosa yang ia lakukan terhadap orang lain. Sehingga pahalanya habis sama sekali. Setelah pahalanya habis, masih banyak berdatangan orang-orang yang menuntut kepadanya. 

 

Karena kebaikan orang itu telah sirna, maka ia tidak dapat lagi menutupi kesalahan-kesalahannya. 

 

Orang-orang yang ia aniaya akhirnya menimpakan dosa-dosanya kepada orang itu. Sehingga pahala kebaikannya tidak tersisa sedikitpun.

 Sedangkan dosanya semakin bertumpuk. Selain dosanya sendiri, juga ditimpakan padanya, dosa orang lain yang pernah disakitinya.  Orang itu akhirnya dilemparkan ke neraka.

Hadis di atas memperingatkan kita agar terus melakukan koreksi diri.

Karena sering sekali manusia lalai. Kita mudah mengoreksi dan mencari kesalahan serta dosa orang lain. Tetapi tidak pernah mencari kekurangan pada diri sendiri.

Manusia sering membanggakan banyaknya ibadah dan amal. Tetapi tanpa sadar mereka juga melakukan berbagai macam dosa dan kesalahan.

Manusia sering tidak menyadari, bahwa perbuatan menyakiti orang lain, menganiaya, menipu, menzalimi dan menyulitkan orang lain, kelak akan bisa menyebabkan bangkrut berat. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal