Saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (8/4),
Pengasuh PP Umar Zahid, Semelo, Bandarkedungmulyo, Gus Asrori Maksum, menjelaskan manfaat halalbihalal. ’’Halalbihalal agar dosa sesama manusia diampuni Allah Ta’ala,’’ tuturnya.
Dosa terbagi dua: Dosa kepada Allah (ḥablum minallah) dan dosa kepada sesama manusia (ḥablum minannas). Dosa kepada Allah bisa diampuni dengan puasa dan salat malam di bulan Ramadan.
Namun dosa kepada manusia tidak akan gugur kecuali dengan meminta maaf kepada orang yang dizalimi.
Dosa yang berkaitan dengan manusia tetap menuntut penyelesaian di dunia.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, baik pada kehormatan atau sesuatu lainnya, maka hendaklah ia meminta halal darinya hari ini sebelum datang hari yang tidak ada dinar dan dirham.
Tradisi halalbihalal yang berkembang di masyarakat merupakan sarana untuk saling memaafkan, sehingga dosa-dosa sosial bisa terhapus.
Dikisahkan seorang ulama salaf menangis menjelang wafatnya. ’’Aku tidak takut dosa antara aku dan Allah, tetapi aku takut dosa kepada manusia yang belum aku minta halal.’’
Akhirnya ia meminta keluarganya memanggil semua orang yang pernah ia sakiti, dan setelah mereka memaafkan, wajahnya menjadi tenang hingga wafat.
’’Dosa yang sulit diampuni Allah Ta’ala yakni durhaka kepada orang tua dan istri tidak taat suami,’’ terangnya.
Rasulullah bersabda: Rida Allah tergantung pada rida orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua. Nabi juga bersabda; Tidak akan masuk surga orang yang durhaka kepada orang tua.
Abdullah bin Abbas radiyallahu anhu berkata: Tidak ada amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah selain berbakti kepada ibu.
Seorang pemuda ahli ibadah di masa tabi’in tidak bisa mengucapkan syahadat saat sakaratul maut. Setelah ditelusuri, ternyata ia sering menyakiti ibunya. Setelah ibunya memaafkan, barulah lisannya lancar mengucap La ilaha illallah.
Rasulullah bersabda: Jika seorang istri meninggal dunia dalam keadaan suaminya rida kepadanya, maka ia akan masuk surga.
Nabi juga bersabda; Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan istri sujud kepada suaminya.
Hasan Al-Bashri berkata: Kebaikan seorang wanita terletak pada keridaaan suaminya.
Nabi bersabda; Wanita yang salat lima waktu, puasa Ramadan, menjaga kemaluannya dari zina serta taat suaminya, maka akan disilakan masuk surga melalui pintu manapun.
Dikisahkan seorang wanita ahli ibadah yang rajin salat malam. Namun ia sering membantah suaminya. Seorang ulama menasihati: ’’Ibadahmu kepada Allah tidak sempurna jika engkau merusak hubungan dengan suamimu.’’
Setelah ia berubah dan berbakti, hidupnya menjadi lebih tenang dan penuh keberkahan.
’’Kiat agar rezeki suami mengalir deras yakni begitu dapat langsung diberikan kepada istri,’’ ungkapnya.
Rasulullah bersabda: Sebaik-baik dinar yang dinafkahkan seseorang adalah dinar yang dinafkahkan kepada keluarganya.
Sufyan Ats-Tsauri berkata: Nafkah kepada keluarga lebih utama daripada sedekah kepada orang lain.
(jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto