Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya takut kepada Tuhan.
"...Tetapi takutlah akan Tuhan senantiasa. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang," tuturnya mengutip Amsal 23:17-18.
Ketidakpastian adalah kepastian yang banyak dihadapi setiap orang dalam hidupnya. Apalagi bicara tentang masa depan yang masih belum terlihat.
Namun jika kita percaya dan tetap setia pada Tuhan, sesungguhnya kita tidak perlu risau dan kuatir memikirkan masa depan kita. Mengapa? Karena ada janji Tuhan kepada umat-Nya, yaitu kepastian akan masa depan yang cerah dan penuh harapan. Bukankah hal itu sudah tertulis di Alkitab: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11). Kita perhatikan pernyataan sungguh ada dan tidak hilang dari ayat di atas merupakan penegasan bahwa masa depan itu ada pada Tuhan dan sesuatu yang pasti, bukan pernyataan meninabobokan, sekedar hiburan atau basa basi.
Untuk menjadikan masa depan cerah atau penuh harapan sebagai milik yang pasti, kita harus memperhatikan bagaimana hidup kita di masa sekarang ini, bukan terpaku atau berorientasi pada masa lalu. Jadikan masa lalu hanya sebagai pembelajaran, bahan evaluasi, atau guru yang terbaik, ambil yang positifnya saja. Kita pelajari dan meneladani rasul Paulus yang berkata, "...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14). Dengan kata lain apa yang kita lakukan di masa sekarang inilah yang menentukan akan seperti apa masa depan kita nanti.
Janji masa depan yang cerah adalah pasti bagi orang yang takut akan Tuhan atau hidup dalam kesalehan. Hidup takut akan Tuhan menunjuk kepada rasa hormat dan taat kepada Tuhan. Wujud rasa hormat itu adalah melalui ketaatan kita melakukan firman Tuhan. "Tuhan mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;" (Mazmur 37:18, 23).
Itu sebabnya jangan hanya bermimpi tentang masa depan yang penuh harapan, tapi kita harus mengupayakannya! Kita harus percaya dan mengimani bahwa masa depan itu sungguh ada, dan kita pun harus merealisasikan masa depan itu menjadi kenyataan. Kita harus ingat bahwa iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati! Bekerja dan berdoa, Tuhan Yesus pasti menolong dan memberkati.
Takut akan Tuhan adalah kunci utama meraih masa depan cerah!
"Terus semangat penuh harapan...Tuhan Yesus memberkati," ungkapnya. (jif)
Editor : Anggi Fridianto