Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 287: Iman Bertumpu Pada Tuhan dan Firman-Nya

Rojiful Mamduh • Minggu, 15 Maret 2026 | 04:58 WIB

Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya bertumpu pada Pribadi Allah dan Firman-Nya.

’’Lalu Nuh melakukan semuanya itu, tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya,’’ tuturnya mengutip Kejadian 6:22.

Dalam kehidupan sehari-hari kata "iman" sangat sering disebut dalam percakapan tanpa lagi dipikirkan kebenarannya.

Kita juga pernah mendengar kalimat seperti : "Mari kita beriman bahwa hari ini tidak akan hujan" atau "Kita beriman bahwa Tuhan akan mencukupkan dana Natal, camp," dan sebagainya.

Namun inikah yang dimaksud dengan iman? Tentang hal iman ini, kita bisa melihat dan meneladani iman dari Nabi Nuh.

Iman Nuh adalah iman yang bertumpu pada pribadi Allah dan Firman-Nya.

Ketika Allah meminta Nuh untuk membuat bahtera karena Allah akan menghukum manusia dengan air bah, dengan segera ia melakukannya.

Secara manusiawi ia sebenarnya tidak memiliki cukup dasar untuk mempercayai perintah dan janji semacam itu.

Namun ia tidak menuntut Allah untuk memberikan gerimis sepanjang tahun atau banjir selutut terlebih dahulu untuk sekadar menopang keyakinannya.

Baginya Allah sendirilah jaminan dari penggenapan janji tersebut. Kepercayaannya bertumpu kepada Pribadi Allah dan Firman-Nya.

Ia percaya bahwa apa yang dikatakan Allah senantiasa benar dan bahwa Dia sanggup menepati perkataan-Nya.

Itulah respons dari hidup yang bergaul dengan Allah, itu yang dijelaskan di ayat 9.

Itulah iman! Iman adalah wujud penghormatan kepada Allah yang kita percayai kesempurnaan-Nya.

Iman yang semacam ini akan ditindaklanjuti dalam ketaatan yang tanpa syarat.

Bagaimana selama ini kita melatih iman kita? Apakah kita berupaya memahami setiap perintah dan janji Allah dengan benar?

Apakah kita gemar menaati apa yang jelas-jelas Allah nyatakan atau kita lebih suka mengklaim apa yang belum tentu Allah maksudkan?

Hati-hati kalau ternyata selama ini kita justru banyak meyakini hal-hal yang tidak pernah Allah perintahkan atau janjikan.

’’Iman yang benar pasti memiliki dasar, iman yang yang kuat pasti berbuah taat. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

 

Editor : Achmad RW
#GPdI House of Prayer Sawahan #firman #Petrus Harianto STh #Iman #Renungan Minggu #Tuhan