Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Zakat Menambah Harta

Rojiful Mamduh • Senin, 9 Maret 2026 | 04:19 WIB

 

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

Saat ngaji usai salat Tarawih di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (3/3), Ustad Addin Mustaqim dari PP Al Amanah, Ngledok, Desa Mojokrapak, Tembelang, menjelaskan pentingnya zakat. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Harta yang dizakati tidak akan berkurang justru akan bertambah,’’ tuturnya.

 

 

Allah Ta’ala berfirman di QS Saba 39. Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.

 

’’Orang yang enggan berzakat akan masuk golongan munafik,’’ terangnya.

Zakat membersihkan hati manusia dari penyakit seperti kikir, cinta dunia berlebihan, dan kemunafikan.

Sebagaimana disebutkan di QS At-Taubah 103. Ambillah dari harta mereka sedekah (zakat), dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.

 

Membersihkan berarti membersihkan hati dari berbagai penyakit seperti kikir, cinta dunia berlebihan, riya dan dan kemunafikan.

 

Sifat munafik salah satunya enggan berinfak. Seperti disebutkan di QS At-Taubah 54. Mereka tidak menginfakkan harta mereka kecuali dengan rasa enggan.

 

Seperti kisah Tsa’labah bin Hatib. Dia pernah datang kepada Rasulullah dan berkata: ’’Wahai Rasulullah, doakan aku agar Allah memberiku harta.’’

 

Rasulullah menasihatinya: Sedikit harta yang engkau syukuri lebih baik daripada banyak harta yang tidak mampu engkau tanggung.

Namun Tsa’labah terus meminta doa. Akhirnya Rasulullah mendoakannya.

 

Tidak lama kemudian Allah memberinya rezeki yang sangat banyak, terutama dari ternak yang berkembang pesat. Karena sibuk mengurus hartanya, ia mulai jarang hadir salat berjamaah bersama Rasulullah..

 

Ketika petugas zakat datang untuk mengambil zakat hartanya, Tsa’labah berkata: ’’Ini seperti pajak saja.’’

 

Ia pun menolak membayar zakat. Lalu turun ayat yang memperingatkan orang-orang yang ingkar terhadap janji mereka kepada Allah Ta’ala. Yakni QS At-Taubah 76; Namun ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling.

 

Setelah ayat itu turun, Tsa’labah menyesal dan datang membawa zakatnya kepada Rasulullah. Namun beliau bersabda bahwa Allah telah melarang menerima zakatnya.

 

Kisah ini menjadi pelajaran bahwa harta yang tidak dibersihkan dengan zakat dapat menjerumuskan seseorang ke dalam sifat munafik.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah harta bercampur dengan zakat yang tidak dikeluarkan melainkan ia akan merusaknya.

 

Orang yang gemar mengeluarkan zakat seperti sumur yang diambil airnya. Semakin diambil, semakin keluar airnya.

Sebaliknya, sumur yang tidak pernah diambil airnya akan menjadi keruh dan menjadi sarang penyakit.

 

Syekh Abdul Qadir al-Jailani rahimahullah pernah menasihati muridnya: Jika engkau ingin rezekimu terus mengalir, jadikan tanganmu seperti sumur. Sumur yang diambil airnya tidak pernah kering. Tetapi sumur yang dibiarkan akan busuk airnya.

 

Murid itu kemudian rajin bersedekah walaupun sedikit. Anehnya, rezekinya selalu datang dari arah yang tidak disangka-sangka. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal