Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 285: Respons Positif di Masa Sulit

Rojiful Mamduh • Minggu, 1 Maret 2026 | 04:53 WIB

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya respons positif di masa sulit.

’’Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata : Tentulah ini bayi orang Ibrani,’’ tuturnya mengutip Keluaran 2:6.

Setiap orang pasti pernah melewati masa sulit entah dalam keluarga, sekolah, pekerjaan, kesehatan, atau pergaulan.

Masa sulit sering membuat kita merasa takut, kecewa, bahkan putus asa. Namun sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk memiliki respon yang berbeda dari dunia.

Jika berada dalam situasi sulit dan penuh risiko, bagaimana kita menghadapinya? Mundur sebelum berjuang, pasrah tanpa usaha atau menghadapinya habis-habisan?

Dalam situasi sulit, mudah sekali kita mempertanyakan kebaikan Tuhan.

Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa Dia bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

Itu sebabnya kita harus merespon positif dalam segala hal yang sedang kita hadapi, karena respon kita menentukan arah hidup kita.

Ada hal menarik yang ditulis dalam Kitab Keluaran mengenai peristiwa penyelamatan bayi Musa. Respon positif dimulai dari percaya, bukan mengerti.

Peristiwa penyelamatan bayi Musa dari bahaya melibatkan peran penting para perempuan di sekitarnya dan masing-masing mewakili satu sikap.

Sifra dan Pua adalah bidan yang takut akan Allah sehingga mereka enggan membunuh bayi Ibrani, meski tindakan itu bertentangan dengan aturan raja (Keluaran 1:17).

Yokebed adalah ibu yang kreatif memecahkan masalah. Ini tampak lewat gagasannya untuk menyelamatkan bayi Musa.

Miriam sang kakak, ialah pribadi pemberani. Ia tidak takut menemui putri Firaun demi perawatan adik bayinya.

Dan putri Firaun ialah pribadi yang punya belas kasihan walau ia tahu bayi Musa adalah bayi orang Ibrani, kaum yang menjadi budak di negerinya.

Putri Firaun mengangkat bayi itu sebagai anak. Takut akan Tuhan, kreativitas, keberanian dan belas kasihan itulah sikap-sikap dari para pribadi yang menghantar Musa kecil selamat dan bertumbuh besar (ayat 10).

Tentu ada banyak sikap yang bisa kita ambil sebagai respon saat menghadapi situasi sulit, dengan aneka rupa dampak yang mengikutinya.

Keempat sikap yang kita cermati hari ini di dalam kesadaran penuh akan kedaulatan Allah.

Yang terlibat dan memegang kendali atas situasi apa pun, merupakan respon yang tepat dalam menghadapi situasi sulit yang bisa datang kapan saja.

’’Situasi sulit bukanlah jalan buntu, di tangan Tuhan bisa jadi itu adalah pintu. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)

Editor : Achmad RW
#masa sulit #positif #Renungan Minggu #respons