Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Ramadan: “Keikhlasan Cahaya Keimanan”

Wenny Rosalina • Kamis, 26 Februari 2026 | 08:08 WIB

 

Photo
Photo

 

Rendra Maulana, S.Pd (Tenaga Kependidikan MIN 1 Jombang)

 

 

Ramadan kembali datang memberi ruang kepada kita untuk berbenah memperbaiki diri. Setiap tahun, kita tidak hanya diajak menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga ucapan, sikap, dan cara kita menjalani hidup. Namun di tengah kesibukan zaman sekarang, pekerjaan yang menumpuk, kebutuhan hidup yang makin berat banyak dari kita yang menjalani Ramadan hanya sebagai rutinitas tahunan, tanpa benar-benar merasakan makna sebenarnya.

Sebagai seorang tenaga kependidikan di MIN 1 Jombang, saya merasakan betapa Ramadan bukan sekadar bulan biasa, tetapi bulan penyucian hati. Di balik tumpukan berkas, pelayanan administrasi, dan aktivitas madrasah lainnya yang padat, tersimpan ladang ibadah yang luas jika dikerjakan dengan penuh keikhlasan.

Allah SWT berfirman: “Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan penuh keikhlasan...” (QS. Al-Bayyinah: 5).

Ayat ini seakan mengetuk hati kami para pelayan pendidikan. Ayat itu seolah menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan meski tidak terlihat megah bisa menjadi persembahan amal jika ditujukan semata - mata karena Allah.

Di Ramadan, suasana madrasah berubah menjadi lebih syahdu dan religius. Suara tadarus mengalun dari sudut - sudut ruang kelas, siswa berlomba menebar salam, guru menebar keteladanan, dan para tendik bekerja dengan hati yang lebih lembut. Namun justru dalam keheningan itulah, keikhlasan diuji. Ketika rasa haus dan lapar datang, ketika lelah menumpuk, ketika tugas administratif terus berdatangan, Ramadan mengajarkan kami untuk tetap tenang, tetap sabar, tetap tersenyum dalam menjalankan tugas.

Rasulullah SAW bersabda: “Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari)

Perisai dari amarah, dari kelalaian, dari rasa ingin mengeluh saat pelayanan menumpuk. Puasa melembutkan hati kami, agar setiap langkah dalam bekerja dibingkai oleh adab dan akhlak.

Rasulullah SAW juga bersabda: “Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari)

Hadis ini membuat saya sadar bahwa pekerjaan tenaga pendidikan sering dilakukan tanpa sorotan justru sangat dekat dengan nilai keikhlasan. Saat kami menata ruangan tanpa dipuji, merapikan arsip tanpa diketahui, atau melayani wali murid tanpa pamrih, sesungguhnya kami berada di jalan ibadah yang mulia. Allah Maha Mengetahui niat di balik semua itu.

Di MIN 1 Jombang, Ramadan membawa siraman ruhani bagi seluruh civitas. Kami saling membantu, saling mendoakan, saling menguatkan. Setiap senyum terasa bernilai, setiap langkah terasa lebih ringan, dan setiap tugas terasa lebih bermakna. Ramadan meneguhkan keyakinan kami bahwa bekerja dengan hati adalah ibadah yang tak ternilai.

Akhirnya, saya percaya bahwa keikhlasan adalah cahaya yang menuntun perjalanan ini. Tambang ibadah tidak hanya berada di mihrab masjid, tetapi juga di ruang TU, di meja pelayanan, di selasar madrasah, dan di setiap sudut tugas yang kami jalankan. Semoga Ramadan ini menjadi saksi bahwa kami mengabdi bukan hanya untuk lembaga, tetapi untuk Allah yang Maha Melihat setiap amal, sekecil apa pun.

 

Editor : Anggi Fridianto
#opini #MIN 1 Jombang #Ramadan #Jombang