Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kajian Ramadan di Unipdu Jombang, Kesalehan Sosial sebagai Manifestasi Iman  

Anggi Fridianto • Kamis, 26 Februari 2026 | 08:07 WIB

 

 

     GAMBLANG: Dr H M Samsukadi Lc MT HI saat menjadi pemateri kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Qur’an Unipdu Jombang, Rabu (24/2).   
  GAMBLANG: Dr H M Samsukadi Lc MT HI saat menjadi pemateri kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Qur’an Unipdu Jombang, Rabu (24/2).  

Radarjombang.id – Kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Qur’an Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Rabu (24/2) mengangkat tema Kesalehan Sosial sebagai Manifestasi Iman: dari Ibadah Personal ke Aksi Komunal.

Menghadirkan Dr H M Samsukadi Lc MT HI sebagai pemateri. Ia mengajak peserta memahami konsep takwa secara utuh.

’’Kita sering mendengar kata takwa saat khatib menyampaikan khotbah. Intinya melaksanakan perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Namun maknanya tidak berhenti di situ,’’ terangnya.

Ketakwaan dalam Islam dikategorikan menjadi dua aspek. Pertama, ibadah yang bersifat personal atau hubungan vertikal kepada Allah Ta’ala (hablum minallah). Kedua, ibadah sosial atau hubungan antarsesama manusia (hablum minannas).

Ibadah vertikal harus dilengkapi aksi sosial. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Semakin tinggi kualitas ibadah seseorang, semakin baik pula kualitas sosialnya.

’’Spiritual dan sosial harus berbanding lurus. Kalau ibadah personalnya baik, dampaknya harus terlihat dalam perilaku sosial,’’ katanya.

Dalam Alquran ditegaskan, kebaikan tidak hanya dinilai dari aspek vertikal. Setelah keimanan kuat, efeknya harus tampak dalam kepedulian dan perbuatan baik kepada sesama.

Samsukadi juga mengingatkan pentingnya sabar saat menghadapi situasi di luar prediksi. ’’Kesalehan sosial merupakan bagian dari implementasi ketakwaan yang diajarkan Alquran,’’ tegasnya.

Ia mencontohkan kisah Utsman bin Affan radiyallahu anhu saat hijrah ke Madinah. Ketika itu, terjadi kekeringan dan hanya ada satu sumur milik seorang Yahudi yang masih mengeluarkan air. Warga harus membeli air dengan harga mahal.

Melihat kondisi itu, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mendorong sahabat yang mampu untuk membeli sumur tersebut demi kepentingan umat.

Baca Juga: Kajian Ramadan di Unipdu Jombang, Puasa dari Toxic Content

Utsman kemudian membeli setengah kepemilikan sumur dengan nilai besar. Hingga akhirnya air dapat diakses masyarakat secara gratis pada hari kepemilikannya. ’’Sumur itu kini dikenal sebagai sumur Utsman dan masih ada di Madinah. Ini coantoh nyata kesalehan sosial yang lahir dari iman,’’ tuturnya.

Iman tidak dapat diukur secara kasat mata. Namun dampaknya bisa dilihat melalui kontribusi sosial yang nyata. ’’Keimanan yang benar akan melahirkan kepedulian. Itulah esensi kesalehan sosial,’’ ungkapnya. (ang/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#kajian Ramadan #Jombang #Pondok Pesantren Darul Ulum #Unipdu Jombang