Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Inilah Alasan Mengapa Seluruh Muslim Harus Bergembira Menyambut Datangnya Ramadan

Rojiful Mamduh • Senin, 16 Februari 2026 | 07:28 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, Ustad M Hafidz Alhafid, menjelaskan pentingnya bergembira menyambut Ramadan.

Hal itu, diungkapkannya saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (13/2).

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang gembira menyambut datangnya bulan Ramadan maka Allah Ta’ala akan mengharamkan jasadnya tersentuh api neraka,’’ tuturnya.

Orang yang gembira menyambut Ramadan maka pasti akan senang melaksanakan kewajiban puasa di siang hari.

Serta senang melaksanakan salat tarawih di malam hari. Sehingga Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosanya.

Rasulullah bersabda; Orang yang berpuasa Ramadan dengan ikhlas dan melaksanakan salat tarawih dengan ikhlas maka Allah akan mengampuni semua dosanya sehingga bersih tanpa dosa seperti saat dilahirkan ibunya.

Allah Ta’ala memerintahkan kita bergembira menjalankan syariat seperti salat dan puasa karena imbalannya surga selama-lamanya.

Jangan gembira karena harta, jabatan, dan kemuliaan dunia, karena itu semuanya berhenti saat nafas terhenti.

Allah Ta’ala berfirman di QS Surah Yunus 58. Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.

Karunia Allah yakni Iman dan Islam. Sedangkan rahmat Allah yakni Alquran dan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Apa yang ’’mereka kumpulkan’’ yakni harta, kekuasaan, dan dunia.

Allah tidak melarang memiliki harta. Tetapi Allah memerintahkan agar kegembiraan terbesar bukan pada dunia, melainkan pada ajaran Islam, iman, Alquran, termasuk dengan salat dan puasa Ramadan.

Karena dunia ada batasnya. Sedangkan akhirat kekal selama-lamanya.

Rasulullah bersabda; Umur manusia rata-rata 60–70 tahun. Kalaupun panjang, mungkin 100 tahun. Setelah itu akan mati dan mengarungi kehidupan akhirat yang kekal.

Allah berfirman tentang akhirat: Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya (QS An-Nisa 57).

Dunia maksimal 100 tahun. Akhirat tanpa akhir. Tentu kita lebih layak gembira dengan yang kekal. Apa gunanya kaya raya 100 tahun jika akhirnya masuk neraka selamanya?

Apa gunanya jabatan tinggi 100 tahun jika di akhirat menjadi penghuni azab abadi?

Rasulullah bersabda: Pada hari kiamat didatangkan orang yang hidupnya paling penuh kenikmatan di dunia, namun termasuk penghuni neraka.

Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka sekali celupan. Kemudian ditanya: Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan enak? Apakah pernah merasakan kenikmatan?’ Ia menjawab: ’’Tidak, demi Allah wahai Rabbku.’’

Dan didatangkan pula orang yang paling sengsara hidupnya di dunia, namun termasuk penghuni surga. Lalu ia dicelupkan sekali celupan ke dalam surga.

Kemudian ditanya: Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kesengsaraan? Apakah pernah mengalami kesulitan walaupun sedikit?’

Ia menjawab: ’’Tidak, demi Allah wahai Rabbku, tidak pernah aku mengalami kesengsaraan sedikit pun dan tidak pernah mengalami kesulitan sedikit pun.

Semua kenikmatan dunia langsung terasa tidak ada gunanya ketika dicelupkan sedikit saja di neraka.

Dan semua kesengsaraan dunia langsung tidak terasa ketika dicelupkan sedikit saja di surga.

Orang yang beriman ketika mendengar Ramadan datang, ia gembira karena langsung berpikir: ’’Ini kesempatan masuk surga. Ini kesempatan diampuni. Ini kesempatan bebas dari neraka.’’ (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Pentingnya #Ramadan #bahagia #Jombang #polres jombang #Binrohtal #menyambut