Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, 12 Perkara Sempurnaan Salat

Rojiful Mamduh • Jumat, 13 Februari 2026 | 07:18 WIB

 

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Jannatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (11/2), Pengasuh PP Shofwanul Hikmah, KH Roihan Sugondo, menjelaskan kiat menyempurnakan salat. ’’Di kitab Mukasyafatul Qulub karya Imam Al-Ghazali disebutkan 12 perkara untuk sempurnakan salat,’’ tuturnya.

 

Pertama ilmu. Mengetahui syarat, rukun, fardu dan sunahnya. Serta memahami godaan setan dalam salat.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.

Ilmu menjauhkan kita dari was-was dan tipu daya setan. Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Orang yang paling bodoh adalah yang tidak mengetahui agamanya.

 

Kedua wudu. Bukan hanya membersihkan anggota badan tetapi juga membersihkan hati dan dosa. Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Wudu yang sempurna akan mengantarkan pada sholat yang khusyuk.

 

Ketiga, pakaian salat harus halal dan suci dari najis. Allah Ta’ala berfirman di QS Al-A’raf 31. Wahai anak Adam, pakailah pakaian terbaikmu setiap memasuki masjid.

Imam Malik rahimahullah berkata: Siapa yang salat dengan pakaian haram, maka bagaimana mungkin doanya diterima?

 

Keempat, salat harus dilakukan pada waktunya, dengan hati yang memperhatikan datangnya waktu.

Allah Ta’ala berfirman di QS An-Nisa 103. Sesungguhnya salat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.

Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu ketika masuk waktu salat wajahnya berubah pucat. Ketika ditanya, beliau berkata: Telah datang waktu amanah yang ditawarkan kepada langit dan bumi, namun mereka enggan memikulnya

 

Kelima menghadap kiblat. Wajah menghadap Kakbah dan hati menghadap Allah Ta’ala  dalam keadaan khusyuk dan hina di hadapan-Nya.  Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata: Jika engkau berdiri dalam salat, berdirilah seperti berdirinya seorang budak di hadapan rajanya.

 

Keenam niat, menghadirkan kesadaran bahwa kita berdiri di hadapan Allah Ta’ala serta memisahkan hati dari urusan dunia.

 

Ketujuh takbiratul ihram. Maknanya, ketika mengucap ’’Allahu Akbar’’, dunia menjadi kecil dan Allah menjadi satu-satunya tujuan.

 

Kedelapan berdiri. Pandangan tertuju pada tempat sujud, hati tertuju kepada Allah, tidak menoleh. Rasulullah bersabda: Allah senantiasa menghadap kepada hamba-Nya dalam salatnya selama ia tidak menoleh.

 

Kesembilan membaca Al-Fatihah. Dibaca dengan tartil, penuh perenungan dan diamalkan isinya.

Ke-10 rukuk dengan sempurna, tangan memegang lutut, dan tenang.

Ke-11 sujud dengan tenang dan sempurna. Rasulullah bersabda: Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Tuhan-nya adalah ketika ia sujud.

 

Sahl At-Tustari rahimahullah berkata: Barang siapa ingin melihat kedudukannya di sisi Allah, lihatlah bagaimana kedudukannya ketika sujud.

 

Ke-12 duduk dengan penuh penghormatan dan menutup salat dengan salam sempurna.

Salam menandakan selesainya munajat dan kembalinya kita ke dunia dengan membawa cahaya salat.

 

Seorang wali besar, Hatim Al-Asham rahimahullah ketika ditanya bagaimana salatnya menjawab: Aku berdiri dengan rasa takut. Bertakbir dengan penuh pengagungan. Membaca dengan tartil. Rukuk dengan tawaduk. Sujud dengan khusyuk. Dan aku merasa itu adalah salat terakhirku. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal