RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan tentang pentingnya percaya Tuhan bisa menyelesaikan semua masalah kita.
’’Mungkin Tuhan akan bertindak untuk kita, sebab bagi Tuhan tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang,’’ tuturnya mengutip 1 Samuel 14:6b.
Dalam perjalanan hidup, setiap orang pasti pernah berada di titik lemah.
Saat doa terasa seolah tidak dijawab, usaha seperti tidak membuahkan hasil, dan masalah datang silih berganti.
Di saat-saat seperti itu, hati kita sering bertanya, ’’Apakah Tuhan benar-benar peduli?” atau “Mengapa pertolonganku belum datang?’’
Sesungguhnya, bagi Tuhan, tidak ada yang terlalu sulit. Tidak ada masalah yang terlalu besar.
Tidak ada keadaan yang terlalu gelap. Alkitab mengajarkan bahwa bagi Tuhan, segala sesuatu mungkin.
Kuasa-Nya tidak terbatas oleh waktu, keadaan, atau kemampuan manusia.
Namun, sering kali Tuhan tidak langsung menolong sesuai dengan keinginan kita.
Bukan karena Ia tidak mampu, tetapi karena Ia sedang bekerja dengan cara yang lebih dalam.
Tuhan tidak hanya ingin menyelesaikan masalah kita. Ia juga ingin membentuk iman, karakter, dan kedewasaan rohani kita.
Ketika kita berdoa meminta kekuatan, Tuhan mungkin tidak langsung menghilangkan beban, tetapi Ia memberi kita hati yang lebih kuat.
Ketika kita meminta jalan keluar, Tuhan mungkin tidak langsung membuka pintu, tetapi Ia mengajar kita untuk bersabar dan percaya.
Sering kali, kita terlalu fokus pada masalah sampai lupa melihat siapa Tuhan kita.
Kita memandang besarnya persoalan, tetapi melupakan kebesaran Tuhan. Kita menghitung keterbatasan diri, tetapi lupa bahwa Tuhan tidak terbatas.
Tuhan juga ingin kita datang kepada-Nya dengan hati yang tulus, bukan hanya saat terdesak.
Ia rindu memiliki hubungan yang dekat dengan kita, bukan sekadar menjadi tempat meminta pertolongan.
Dalam hubungan yang dekat itu, kita belajar berserah, percaya, dan taat, meskipun belum melihat jawabannya.
Dalam Alkitab, banyak tokoh iman yang mengalami penantian panjang sebelum menerima pertolongan Tuhan.
Abraham menunggu janji. Yusuf mengalami penderitaan. Daud menghadapi banyak ancaman, dan Ayub diuji dengan berat.
Namun pada akhirnya, Tuhan membuktikan bahwa Ia setia. Pertolongan-Nya selalu datang tepat pada waktunya.
Percayalah, Tuhan tidak pernah lalai. Ia tidak pernah tertidur. Ia tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya.
Jika hari ini kita belum melihat jawaban, bukan berarti Tuhan diam. Bisa jadi, Ia sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih indah dari yang kita bayangkan.
Apa pun yang sedang kamu hadapi saat ini, baik masalah keluarga, sekolah, pekerjaan, kesehatan, atau pergumulan pribadi, ingatlah satu hal, bahwa Tuhan sanggup menolongmu, dan bagi-Nya itu tidak sulit.
’’Tetaplah percaya, tetaplah berdoa, dan tetaplah berharap. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Achmad RW