Radarjombang.id - SAAT ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (4/1), Pengasuh PP Al-Madienah Denanyar, KH Muhammad Najib Muhammad, menjelaskan pentingnya bersiap menyambut bulan suci Ramadan. ’’Di bulan Ramadan, Allah Ta’ala sangat cinta kepada kita. Setiap pecinta pasti pencemburu. Karena itu jangan sampai melakukan dosa di bulan Ramadan,’’ tuturnya.
Saking cintanya Allah Ta’ala pada kita di bulan Ramadan, sampai-sampai Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Bau basin mulutnya orang berpuasa itu bagi Allah Ta’ala lebih harum dibanding minyak yang paling wangi.
’’Bau mulut dibilang lebih wangi dibanding minyak itu kan di luar logika. Begitulah saking cintanya Allah Ta’ala kepada kita,’’ ungkapnya.
Rasulullah juga bersabda; Tidurnya orang berpuasa bernilai ibadah. ’’Tidur dinilai ibadah itu kan juga di luar logika. Itu semata karena saking cintanya Allah Ta’ala kepada kita,’’ urainya.
Setiap pecinta pasti pencemburu. Makanya Allah sangat marah kepada orang yang tidak berpuasa Ramadan tanpa uzur. Apalagi sampai maksiat di bulan Ramadan.
Sampai-sampai Rasulullah bersabda; Orang yang tidak puasa satu hari di bulan Ramadan tanpa uzur, maka tidak akan terganti meski dia puasa satu tahun. ’’Itu secara hikmah. Meskipun secara fikih, tidak puasa sehari cukup diganti puasa satu hari,’’ jelasnya.
Allah sangat murka kepada orang yang maksiat di bulan Ramadan. Sampai-sampai dikatakan, orang yang zina di bulan Ramadan, maka hadasnya tidak akan hilang meski dia mandi air tujuh laut.
’’Selama Ramadan, kita itu bersama Allah yang sangat mencintai kita. Ketika bersama pecinta, jangan ditinggal HP-an. Jangan ditinggal nonton drakor dan dracin,’’ pesannya.
Selama Ramadan, perbanyaklah mengisi waktu bersama Allah yang mencintai kita. Di antaranya dengan baca Alquran, salat sunah, itikaf di masjid dan menghadiri majelis ilmu.
Jangan kumpul manusia jika tidak penting. ’’Karena dosa yang bisa menghapus pahala puasa seluruhnya berhubungan dengan sosial,’’ paparnya.
Rasulullah bersabda: Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa. Pertama berbohong. Kedua menggunjing atau membicarakan aib orang lain.
Ketiga mengadu domba atau memfitnah orang. Keempat bersumpah palsu. Serta kelima memandang lain jenis dengan syahwat.
Karena itu selama bertugas di bulan Ramadan, perbanyaklah zikir sebisanya. Seperti baca istigfar, salawat dan tasbih. Atau baca surat pendek seperti Fatihah dan QS Al Ikhlas.
’’Dan jangan lupa salat lima waktu,’’ pesannya.
Yang terpenting, jangan sampai selama Ramadan meninggalkan tugas menjaga keamanan. ’’Karena ekonomi dan keamanan adalah dua pilar pentingnya untuk tegaknya agama dan negara,’’ tegasnya. Sebagaimana disebutkan di QS Alquraisy 3-4. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kakbah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto