Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 281: Kuatkan dan Teguhkan Hatimu

Rojiful Mamduh • Minggu, 1 Februari 2026 | 06:32 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Pdt Petrus Harianto STh

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya menguatkan dan meneguhkan hati.

"Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: "kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi,’’ tuturnya mengutip Yosua 1:9.

Ayat di atas merupakan "perintah Tuhan kepada Yosua untuk berani dan teguh hati saat memimpin bangsa Israel, karena janji penyertaan Allah."

Yosua diperintahkan untuk tidak takut atau gentar (kecut/tawar hati) dalam menghadapi tantangan berat.

"Dasar keberanian Yosua bukan pada dirinya sendiri, melainkan karena Tuhan, Allahnya, menyertainya ke mana pun ia pergi".

Dan ini juga sering digunakan sebagai pengingat bagi kita untuk mengandalkan Tuhan, "tetap berani, dan tidak khawatir saat menghadapi perubahan, kesulitan, atau tanggung jawab baru dalam hidup ini."

Ini perkataan Tuhan kepada Yosua setelah kematian Musa, yang menegaskan bahwa pekerjaan Tuhan akan terus berlanjut dengan penyertaan-Nya.

Janji bahwa Allah menyertai ke mana pun kita pergi, menjadikan "keberanian sebagai pilihan iman, bukan sekadar kekuatan diri".

Kunci keberhasilan hidup adalah ketaatan pada firman-Nya. Ini bukan hanya saran, melainkan perintah Allah untuk bertindak dengan iman, bukan ketakutan.

Tuhan menghendaki kita untuk tidak putus asa dan hilang pengharapan.

Di saat menghadapi tantangan besar, kita dipanggil untuk tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri, melainkan bertumpu pada janji penyertaan Allah, berpegang teguh pada firman-Nya, dan melangkah dengan berani.

Ini perintah dari Tuhan sebelum Yosua dan bangsa Israel masuk ke dalam tanah perjanjian.

Tuhan perintahkan ini karena memang dari awal sudah ada janji Tuhan bahwa mereka pasti menang. Apa jaminannya?

"Janji Tuhan bahwa Dia sendiri yang akan menyertai mereka."

Tuhan sudah memberikan peringatan ini karena "Dia tahu bahwa mereka akan menghadapi banyak rintangan".

Tuhan tidak membawa mereka ke tanah perjanjian melewati jalan pintas yang tidak ada rintangan.

Itulah sebabnya Tuhan katakan dan perintahkan sampai berulang-ulang untuk kuat dan teguh.

Bayangkan ketika mereka tiba di sungai Yordan yang arusnya deras, mereka harus mencelupkan kaki terlebih dulu supaya air sungai terbelah dan mereka bisa lewat, ini sebuah tindakan iman.

Mereka disuruh mengelilingi tembok Yerikho, sebuah proses yang “tidak masuk di nalar manusia” tapi itulah yang Tuhan lakukan.

Adakalanya kita juga diperhadapkan dengan badai dan cara penyertaan Tuhan seringkali tidak masuk di akal.

Hal itu karena Dia mau setelah kita semua melewati badai dan sampai ke tujuan dengan selamat.

Kita menyadari bahwa semua kemuliaan bukan berdasarkan kekuatan kita, semuanya karena Tuhan.

Mungkin Tuhan tidak menghalau badai di depan kita, namun Ia justru akan membawa kita melewati badai itu dengan perintahNya.

Jadi, “kuatkan dan teguhkanlah hatimu”, ini seharusnya menjadi  keyakinan kita yang teguh bahwa Tuhan akan menyertai kita sampai ke seberang dengan selamat.

’’Mungkin kita sedang berhadapan dengan ketakutan, kekhawatiran bahkan keputusasaan, tetaplah kuat dan teguh hati, hadapi bersama Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif)

Editor : Achmad RW
#GPdI House of Prayer Sawahan #Petrus Harianto STh #Hatimu #Renungan Minggu #Kuatkan