Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal Polres Jombang: Menggapai Berkah  

Rojiful Mamduh • Jumat, 30 Januari 2026 | 05:49 WIB

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

 

SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (29/1), HM Wildan dari Pondok Pesantren At-Taufiq, Sambong, menjelaskan pentingnya berkah. ’’Setiap orang pasti menginginkan kebaikan dan kebahagiaan. Itulah yang disebut berkah,’’ tuturnya.

 

Setiap orang pasti menginginkan kebaikan dan kebahagiaan sebagai cerminan Allah yang maha baik. Sesuatu menjadi berkah karena mendahulukan Allah, melibatkan Allah, dan bertujuan mencari rida Allah.

Sedikit harta yang berkah lebih menenangkan daripada harta melimpah tanpa berkah. Sedikit waktu yang berkah bisa melahirkan amal besar, sementara waktu panjang tanpa berkah terasa sia-sia.

Berkah merupakan karunia Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.

 

Allah Ta’ala berfirman di QS Al-A‘raf 96. Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.

 

Berdoa memohon berkah merupakan amalan sepanjang hayat. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengajari kita untuk memohon berkah dalam hal-hal sederhana. Ketika makan, Nabi membaca doa: Ya Allah, berkahilah kami pada apa yang Engkau rezekikan kepada kami.

 

Bahkan ketika melihat anak kecil, Rasulullah mendoakan keberkahan. Barakallahu fik. Semoga Allah memberkahimu.

 

Ini menunjukkan, doa minta berkah bisa dalam setiap keadaan.

 

Allah Ta’ala menjadikan sebagian waktu lebih berkah dibanding waktu lainnya. Di antaranya di bulan Rajab, Syakban, dan Ramadan.

 

Rasulullah mengajari kita doa; Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Syakban, serta sampaikan kami di bulan Ramadan.

 

’’Tempat yang diberkahi yakni masjid,’’ ucapnya. Rasulullah bersabda: Tempat yang paling dicintai Allah di bumi adalah masjid.

 

’’Orang-orang yang diberkahi yakni ulama yang takut kepada Allah,’’ terangnya.

Allah Ta’ala berfirman di QS Fathir 28. Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah para ulama.

 

Para wali dan ulama bukanlah sumber berkah karena zatnya, tetapi karena ketaatan, keikhlasan, dan kedekatan mereka kepada Allah.

 

Imam Abu Hanifah rahimahullah dikenal sebagai ulama besar. Tetapi beliau juga seorang pedagang kain. Suatu hari, beliau memiliki beberapa gulung kain yang salah satunya terdapat cacat. Imam Abu Hanifah menjelaskan dengan jujur kepada muridnya tentang cacat kain tersebut dan berpesan: ’’Jika kain ini dijual, jelaskan cacatnya kepada pembeli.’’

 

Namun ketika muridnya menjual kain tersebut, ia lupa menyampaikan cacatnya. Kain itu pun terjual dengan harga normal. Saat Imam Abu Hanifah mengetahui hal tersebut, beliau menyedekahkan seluruh hasil penjualan kain itu.

 

Ketika muridnya bertanya mengapa beliau melakukannya, Imam Abu Hanifah menjawab: ’’Aku khawatir hartaku tidak diberkahi karena ada unsur penipuan di dalamnya.’’

(jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #Kota Santri #polres jombang #Binrohtal